kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.937   26,00   0,15%
  • IDX 6.414   79,57   1,26%
  • KOMPAS100 844   8,59   1,03%
  • LQ45 636   3,32   0,52%
  • ISSI 222   3,89   1,79%
  • IDX30 358   1,24   0,35%
  • IDXHIDIV20 440   -1,20   -0,27%
  • IDX80 96   1,00   1,05%
  • IDXV30 120   0,81   0,68%
  • IDXQ30 114   -0,22   -0,19%

OJK: Permodalan Perbankan Tetap Kuat Meski Pasar Global Bergejolak


Kamis, 23 Juli 2026 / 12:57 WIB
OJK: Permodalan Perbankan Tetap Kuat Meski Pasar Global Bergejolak
ILUSTRASI. OJK memastikan gejolak pasar keuangan global hingga pertengahan tahun ini belum memberikan tekanan berarti terhadap kondisi likuiditas perbankan.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan gejolak pasar keuangan global hingga pertengahan tahun ini belum memberikan tekanan berarti terhadap kondisi likuiditas maupun permodalan industri perbankan nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, di tengah volatilitas pasar global, industri perbankan Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat, baik dari sisi fungsi intermediasi, kualitas aset, likuiditas, maupun permodalan.

"Kondisi perbankan Indonesia masih tetap resilien di tengah volatilitas pasar global," ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: OJK: Kredit Menganggur Perbankan Bukan Cerminan Lemahnya Permintaan

Hingga Mei 2026, pertumbuhan kredit perbankan tercatat 11,51% secara tahunan (year on year/YoY), sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,47% YoY.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan / NPL) juga masih terjaga. OJK mencatat NPL gross berada di level 2,17%, sedangkan NPL net sebesar 0,84%.

Di sisi likuiditas, Dian mengatakan kondisi perbankan masih sangat memadai untuk mendukung ekspansi pembiayaan.

Hal itu tercermin dari rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 186,54%, jauh di atas ketentuan minimum sebesar 100%.

Selain itu, rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat 108,20%, sedangkan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) mencapai 24,74%. Kedua indikator tersebut juga masih berada jauh di atas ambang batas minimum regulator yang masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Dengan kondisi tersebut, OJK menilai risiko likuiditas perbankan masih terkendali meski pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian.

Baca Juga: Kredit UMKM Tumbuh 1% yoy Juni 2026

Tak hanya likuiditas, ketahanan modal perbankan juga dinilai tetap kuat. Hingga Mei 2026, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tercatat sebesar 23,74%.

Menurut Dian, capaian tersebut menunjukkan perbankan masih memiliki bantalan modal (capital buffer) yang memadai untuk menyerap berbagai potensi risiko yang berasal dari dinamika ekonomi maupun pasar keuangan global.

"Ketahanan permodalan perbankan juga tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari CAR sebesar 23,74%," ujarnya.

OJK pun menilai kombinasi likuiditas yang longgar, kualitas aset yang tetap terjaga, serta permodalan yang kuat menjadi modal penting bagi industri perbankan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung penyaluran kredit ke sektor riil di tengah ketidakpastian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×