kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.911   0,00   0,00%
  • IDX 6.389   54,23   0,86%
  • KOMPAS100 844   8,60   1,03%
  • LQ45 637   4,73   0,75%
  • ISSI 220   2,05   0,94%
  • IDX30 358   2,02   0,57%
  • IDXHIDIV20 442   0,92   0,21%
  • IDX80 96   1,01   1,06%
  • IDXV30 120   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   0,44   0,38%

Bank Jago Catat Kinerja Positif pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24%


Kamis, 23 Juli 2026 / 10:18 WIB
Bank Jago Catat Kinerja Positif pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24%
ILUSTRASI. PT Bank Jago Tbk membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026 (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jago Tbk membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026, ditopang oleh peningkatan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit.

Hingga akhir Juni 2026, Bank Jago telah melayani 20,1 juta nasabah, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Jumlah tersebut bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan posisi akhir Juni 2025 yang mencapai 17,2 juta nasabah.

Pertumbuhan jumlah nasabah turut mendorong peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir semester I 2026, total DPK Bank Jago mencapai Rp 27,6 triliun, meningkat 23% dibandingkan Rp 22,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Komposisi DPK didominasi oleh dana murah (current account and savings account/CASA) sebesar 53% atau Rp 14,6 triliun, sementara deposito menyumbang 47% atau Rp 13,1 triliun.

Baca Juga: Kredit Menganggur Perbankan Masih Tinggi, Tanda Permintaan Masih Lemah?

Di sisi penyaluran kredit, Bank Jago mencatat outstanding kredit sebesar Rp 26,6 triliun hingga akhir Juni 2026, tumbuh 24% dibanding penyaluran Rp 21,4 triliun pada akhir Juni 2025. Bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, yang tercermin dari rasio kredi bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 0,8%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

"Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi yang kuat dengan mitra ekosistem strategis. Dengan begitu, kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan," ujar Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah integrasi Bank Jago dengan ekosistem Bibit dan Stockbit yang memungkinkan nasabah terhubung secara seamless untuk berinvestasi pada produk reksa dana, obligasi, dan saham. Hingga akhir Juni 2026, lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago telah terhubung dengan aplikasi Bibit dan Stockbit.

Di sisi pembiayaan, kolaborasi Bank Jago dengan berbagai mitra penyaluran kredit, platform digital, serta perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance, membantu memperluas akses pembiayaan bagi nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan portofolio kredit secara lebih cepat dan terukur. Penyaluran kredit melalui mitra tersebut masih menjadi motor utama bisnis pembiayaan Bank Jago.

"Kami berkomitmen untuk terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun dengan baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama, kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab agar dapat menjangkau segmen nasabah yang lebih luas," jelas Arief.

Baca Juga: Dorong Penetrasi Asuransi Syariah, IIS Perkuat Sumber Daya Manusia

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembiayaan yang bertanggung jawab, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago. Fitur ini membantu debitur memahami kesehatan finansial terkait pinjaman atau kredit secara lebih mudah, jelas, dan transparan. Melalui Rapor Kredit, nasabah dapat mengenali kapasitas finansialnya serta mengambil keputusan pembiayaan yang lebih tepat sesuai kebutuhan.

Hingga akhir Juni 2026, total aset Bank Jago mencapai Rp 41,4 triliun, meningkat 28% dibandingkan Rp 32,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan aset, profitabilitas juga meningkat dengan laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) sebesar Rp 189 miliar, naik 49% dari Rp 127 miliar pada akhir Juni 2025.

Dengan fundamental yang kuat, Bank Jago membukukan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 28,4%, yang mencerminkan permodalan yang kokoh untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

"Kami ingin Bank Jago dikenal bukan hanya sebagai bank di saku nasabah, tetapi sebagai bank berbasis teknologi yang membantu nasabah, mitra ekosistem, dan seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kesempatan untuk tumbuh bersama melalui inovasi dan kolaborasi yang memberikan dampak positif di masa depan," tutup Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×