Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan melambat pada Juni 2026.
Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan DPK mencapai Rp9.718,8 triliun atau tumbuh 8,1% secara tahunan (year on year/YoY), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 10,8% YoY pada Mei 2026.
Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA), baik pada simpanan giro maupun tabungan.
Berdasarkan data BI, pertumbuhan giro melambat menjadi 10,2% YoY pada Juni 2026 dari 20,4% YoY pada bulan sebelumnya. Nilai giro tercatat sebesar Rp3.087,8 triliun.
Baca Juga: Bank Jago Catat Kinerja Positif pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24%
Sementara itu, tabungan tumbuh 8,2% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 10,2% YoY pada Mei 2026, dengan total simpanan mencapai Rp3.197,5 triliun.
Berbeda dengan dana murah, simpanan berjangka atau deposito justru menunjukkan perbaikan. Pertumbuhannya meningkat menjadi 6,3% YoY dari 3,5% YoY pada Mei 2026, dengan nilai simpanan mencapai Rp3.433,4 triliun.
Berdasarkan mata uang, DPK dalam rupiah masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp8.112,5 triliun atau tumbuh 6,3% YoY.
Rinciannya, giro rupiah mencapai Rp2.237,7 triliun atau tumbuh 11,8% YoY, tabungan rupiah sebesar Rp2.935,7 triliun atau naik 6,8% YoY, sedangkan simpanan berjangka rupiah mencapai Rp2.939,1 triliun atau tumbuh 1,9% YoY.
Sementara itu, penghimpunan DPK dalam valuta asing (valas) mencapai Rp1.606,2 triliun atau tumbuh 18,5% YoY, jauh lebih tinggi dibandingkan DPK rupiah.
Pertumbuhan DPK valas ditopang oleh kenaikan simpanan berjangka yang melonjak 42% YoY menjadi Rp494,3 triliun. Adapun tabungan valas tumbuh 27,5% YoY menjadi Rp261,7 triliun, sedangkan giro valas meningkat 6% YoY menjadi Rp850,2 triliun.
Dari sisi kelompok nasabah, perlambatan penghimpunan dana terjadi baik pada segmen korporasi maupun perorangan.
Secara total, DPK korporasi tumbuh 12,7% YoY menjadi Rp4.954 triliun, melambat dibandingkan pertumbuhan 18,7% YoY pada Mei 2026.
Sementara itu, DPK perorangan hanya tumbuh 2,8% YoY menjadi Rp4.238,1 triliun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 3,5% YoY pada bulan sebelumnya.
Sebaliknya, DPK dari kelompok nasabah lainnya meningkat 12,2% YoY menjadi Rp526,6 triliun, naik dari pertumbuhan 3,5% YoY pada Mei 2026.
Jika dirinci berdasarkan jenis simpanan, perlambatan penghimpunan dana korporasi terjadi baik pada giro, tabungan, maupun deposito.
Pertumbuhan giro korporasi turun menjadi 13% YoY, dari sebelumnya 23,6% YoY. Tabungan korporasi juga melambat menjadi 17,1% YoY dari 25,2% YoY, sedangkan deposito korporasi tumbuh 11,5% YoY, sedikit lebih tinggi dibandingkan 10,6% YoY pada Mei.
Di sisi lain, simpanan perorangan masih tertekan. Giro perorangan terkontraksi 13,6% YoY, lebih dalam dibandingkan penurunan 8,5% YoY pada Mei. Deposito perorangan juga masih mencatat kontraksi 3,4% YoY, meski membaik dari penurunan 3,9% YoY. Adapun tabungan perorangan tumbuh 7% YoY, melambat dibandingkan 8,3% YoY pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: Bank Jago Catat Kinerja Positif pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














