kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

OJK Proyeksikan Penyaluran Pembiayaan Multifinance Bakal Meningkat pada Ramadan


Selasa, 05 Maret 2024 / 08:07 WIB
OJK Proyeksikan Penyaluran Pembiayaan Multifinance Bakal Meningkat pada Ramadan
ILUSTRASI. OJK memproyeksikan penyaluran pembiayaan multifinance akan meningkat pada Ramadan tahun ini.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran pembiayaan multifinance akan meningkat pada Ramadan tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan proyeksi itu berdasarkan data penyaluran pembiayaan selama lima tahun terakhir.

Dia bilang sektor multifinance selalu terdapat tren peningkatan penyaluran pembiayaan selama satu bulan sebelum Lebaran. 

"Artinya, selama Ramadan. Khususnya, penyaluran pembiayaan multiguna kendaraan bermotor," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (4/3).

Menurut Agusman, peningkatan itu terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat terkait kebutuhan kendaraan bermotor. Salah satunya untuk keperluan mudik atau bepergian selama libur Lebaran.

Baca Juga: OJK: Enam Multifinance Belum Penuhi Aturan Modal Minimum

Selain itu, Agusman memperkirakan peningkatan penyaluran pembiayaan di sektor pembiayaan juga terjadi melalui Buy Now Pay Later (BNPL). Dia menyampaikan hal itu terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat pada saat Ramadan dan Lebaran, seperti pembelian barang-barang untuk kebutuhan selama puasa dan Lebaran, serta pembelian tiket transportasi untuk mudik Lebaran.

"Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut. Kami memproyeksikan pada Maret 2024, pertumbuhan piutang pembiayaan berada di kisaran 11%-13% Year on Year (YoY)," ujarnya.

Seiring dengan adanya tren peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut, Agusman mengingatkan perusahaan pembiayaan agar tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan. Dengan demikian, pertumbuhan piutang tersebut tidak diiringi kenaikan risiko kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×