Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai mekanisme Initial Public Offering (IPO) dapat menjadi salah satu alternatif exit strategy bagi perusahaan modal ventura, termasuk melalui IPO Pasangan Usaha.
Untuk menempuh mekanisme tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menerangkan perusahaan modal ventura perlu mempersiapkan sejumlah hal.
"Persiapannya, antara lain kinerja keuangan, tata kelola, dan kesiapan memenuhi persyaratan pasar modal," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).
Asal tahu saja, dalam roadmap atau peta jalan pengembangan dan penguatan perusahaan modal ventura 2024-2028, tertuang dorongan penguatan exit strategy bagi modal ventura melalui mekanisme IPO.
Baca Juga: OJK Catat Pembiayaan Modal Ventura per Agustus 2026 Capai Rp 16,50 Triliun
OJK menjelaskan exit strategy melalui IPO dapat dikatakan sebagai mekanisme paling optimal bagi perusahaan modal ventura dan investor. Sebab, berbagai insentif pajak dapat dinikmati perusahaan modal ventura dan investor ketika melepas sebagian kepemilikannya melalui IPO.
Adapun proses IPO sendiri melibatkan berbagai pihak, seperti perusahaan sekuritas dan Biro Administrasi Efek (BAE) sebagai lembaga penunjang, kemudian Akuntan Publik, Notaris, Penasehat Hukum, Penilai sebagai profesi penunjang IPO, serta OJK.
OJK menyampaikan dukungan bagi modal ventura diperlukan agar proses IPO dapat menjadi mekanisme exit utama bagi perusahaan modal ventura Indonesia.
Terkait kinerja, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,50 triliun per Agustus 2026. Nilainya mengalami pertumbuhan sebesar 1,05% secara Year on Year (YoY).
OJK juga mencatat, nilai aset industri modal ventura per Agustus 2026 sebesar Rp 27,65 triliun, atau tumbuh 2,48% secara YoY.
Baca Juga: Sumber Pendanaan Modal Ventura Didominasi Pinjaman Dalam Negeri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














