CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.386.000   -14.000   -1,00%
  • USD/IDR 16.295
  • IDX 7.288   47,89   0,66%
  • KOMPAS100 1.141   4,85   0,43%
  • LQ45 920   4,23   0,46%
  • ISSI 218   1,27   0,58%
  • IDX30 460   1,81   0,40%
  • IDXHIDIV20 553   3,30   0,60%
  • IDX80 128   0,57   0,44%
  • IDXV30 130   1,52   1,18%
  • IDXQ30 155   0,78   0,50%

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Kendaraan Listrik Hanya Sebesar 0,01%


Rabu, 15 Mei 2024 / 06:21 WIB
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Kendaraan Listrik Hanya Sebesar 0,01%
ILUSTRASI. kendaraan listrik: Penjualan mobil listrik di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/01/2024). Industri pembiayaan optimistis pembiayaan kendaraan listrik tahun 2024 akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan penerimaan masyarakat akan kendaraan ramah lingkungan. KONTAN/24/01/2024


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut porsi penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik masih sangat kecil.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan porsi penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik hingga Maret 2024 berada di kisaran 0,01% dari total piutang pembiayaan. 

Baca Juga: Mandala Finance Sebut Potensi Pembiayaan Kendaraan Listrik Masih Besar

Meski porsi masih terbilang kecil, Agusman memperkirakan pembiayaan kendaraan listrik berpotensi untuk terus tumbuh ke depannya.

"Hal itu dilihat dari perkembangan kendaraan listrik yang cukup pesat, serta kuatnya dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (14/5).

Agusman menyampaikan pembiayaan kendaraan listrik ke depannya juga berkontribusi dalam mendorong percepatan terbentuknya ekosistem green financing di Indonesia.

Baca Juga: Penjualan Kembali Turun, Pasar Mobil Nasional Tak Kunjung Melaju

Sebagai informasi, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance sebesar Rp 488,52 triliun pada Maret 2024. Nilai piutang pembiayaan pada Maret 2024, tumbuh 12,17% Year on Year (YoY). 

Pertumbuhan Maret 2024 terbilang menguat jika dibandingkan Februari 2024. Adapun pada Februari 2024, tumbuh sebesar 11,73% YoY, dengan nilai Rp 478,69 triliun.

Agusman menerangkan pertumbuhan itu didukung oleh profil risiko pembiayaan yang tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) Net tercatat sebesar 0,70% pada Maret 2024.

Baca Juga: Permintaan Mobil Listrik Baru Terus Menjulang

Adapun nilai tersebut menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,72%.

Sementara itu, NPF Gross perusahaan pembiayaan pada Maret 2024 sebesar 2,45%. Angka itu menurun 0,1%, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,55%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligence with Ms Excel Sales for Non-Sales (Sales for Non-Sales Bukan Orang Sales, Bisa Menjual?)

[X]
×