kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

OJK: Tingginya Minat Ibadah Haji dan Umrah Bisa Jadi Peluang bagi Multifinance


Minggu, 09 Agustus 2026 / 16:43 WIB
OJK: Tingginya Minat Ibadah Haji dan Umrah Bisa Jadi Peluang bagi Multifinance
ILUSTRASI. Jemaah Haji Jakarta-Banten Menjalankan Umroh Waji di Makkah (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat masyarakat Indonesia terhadap ibadah haji dan umrah terbilang tinggi. Kementerian Haji dan Umrah bahkan sempat mengatakan dana penyelenggaraan ibadah haji dan umrah Indonesia diperkirakan mencapai Rp 78 triliun setiap tahun.

Mengenai hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah dapat menjadi peluang bagi perusahaan pembiayaan atau multifinance.

"Salah satunya dalam melakukan diversifikasi produk dan mendukung pengembangan kinerja pembiayaan syariah," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Peningkatan Pelaksanaan Ibadah Umrah Bisa Jadi Potensi bagi Multifinance Syariah

Lebih lanjut, Agusman menerangkan kinerja pembiayaan syariah industri multifinance masih mencatatkan tren positif. Dia mengatakan piutang pembiayaan syariah multifinance mencapai Rp 31,98 triliun per Juni 2026.

"Nilainya meningkat 9,14%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ujarnya.

Secara rinci, Agusman menerangkan penyaluran pembiayaan syariah didominasi sektor rumah tangga yang memakan porsi sebesar 22,33% terhadap total penyaluran pembiayaan syariah per Juni 2026.

Terkait kinerja secara keseluruhan, OJK mencatat, nilai piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 1,88% secara tahunan atau Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 511,26 triliun per Juni 2026. Kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 6,36% YoY.

Adapun angka Non Performing Financing (NPF) gross industri multifinance per Juni 2026 sebesar 3,01%. Angkanya terbilang membaik atau menurun, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,06%.

Baca Juga: BSI Garap Potensi 1 Juta Jamaah Umrah Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×