kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

OK Bank Catat Pertumbuhan DPK dan Kredit Double Digit di Akhir 2025


Rabu, 14 Januari 2026 / 16:18 WIB
OK Bank Catat Pertumbuhan DPK dan Kredit Double Digit di Akhir 2025
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang OK Bank Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mencatatkan kinerja intermediasi yang solid sepanjang tahun 2025. ?


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mencatatkan kinerja intermediasi yang solid sepanjang tahun 2025. 

Direktur OK Bank, Efdinal Alamsyah membeberkan, dana pihak ketiga (DPK) OK Bank tumbuh 19% secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir 2025 dibandingkan dengan posisi akhir 2024.

Ia bilang pertumbuhan DPK tersebut sejalan dengan strategi pengelolaan dana dan penyesuaian biaya dana. Pada 2025, perseroan juga melakukan penyesuaian suku bunga DPK, khususnya penurunan suku bunga deposito mengikuti tren penurunan BI-Rate.

Baca Juga: Permata Bank Targetkan Kredit Konsumer Tumbuh 10% pada 2026

“Penyesuaian suku bunga deposito dilakukan sejalan dengan tren penurunan BI-Rate serta strategi pengelolaan biaya dana,” ujar Efdinal kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Di sisi penyaluran kredit, OK Bank mencatat pertumbuhan sebesar 15% yoy pada akhir 2025. Capaian ini melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang sebelumnya ditetapkan sebesar 9%.

Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2024 OK Bank mencatatkan total jumlah DPK sebesar RP 6,82 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp 9,30 triliun. 

Memasuki tahun 2026, OK Bank memproyeksikan pertumbuhan DPK yang lebih moderat, yakni kisaran 8% pada akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain penguatan dana murah (current account saving account/CASA) melalui program loyalitas, bundling produk, serta optimalisasi akuisisi dana ritel dan payroll.

Sementara itu, penyaluran kredit pada akhir 2026 diperkirakan tumbuh sekitar 9,5% dibandingkan dengan realisasi akhir 2025. Proyeksi ini sejalan dengan potensi pelonggaran BI-Rate serta membaiknya prospek perekonomian nasional.

Adapun strategi penyaluran kredit pada 2026 akan difokuskan pada penguatan kualitas aset, penyaluran kredit secara selektif pada sektor-sektor yang dinilai resilient, serta penguatan proses underwriting dan monitoring portofolio kredit.

Baca Juga: Perkuat Perlindungan Finansial Nasabah, BPD Bali Gandeng Askrindo

Selanjutnya: Menguat Hari Ini (14/1), Rupiah Menghentikan Pelemahan 8 Hari Beruntun

Menarik Dibaca: IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×