Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) mencatatkan kinerja intermediasi yang solid sepanjang tahun 2025.
Direktur OK Bank, Efdinal Alamsyah membeberkan, dana pihak ketiga (DPK) OK Bank tumbuh 19% secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir 2025 dibandingkan dengan posisi akhir 2024.
Ia bilang pertumbuhan DPK tersebut sejalan dengan strategi pengelolaan dana dan penyesuaian biaya dana. Pada 2025, perseroan juga melakukan penyesuaian suku bunga DPK, khususnya penurunan suku bunga deposito mengikuti tren penurunan BI-Rate.
Baca Juga: Permata Bank Targetkan Kredit Konsumer Tumbuh 10% pada 2026
“Penyesuaian suku bunga deposito dilakukan sejalan dengan tren penurunan BI-Rate serta strategi pengelolaan biaya dana,” ujar Efdinal kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).
Di sisi penyaluran kredit, OK Bank mencatat pertumbuhan sebesar 15% yoy pada akhir 2025. Capaian ini melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang sebelumnya ditetapkan sebesar 9%.
Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2024 OK Bank mencatatkan total jumlah DPK sebesar RP 6,82 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp 9,30 triliun.
Memasuki tahun 2026, OK Bank memproyeksikan pertumbuhan DPK yang lebih moderat, yakni kisaran 8% pada akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain penguatan dana murah (current account saving account/CASA) melalui program loyalitas, bundling produk, serta optimalisasi akuisisi dana ritel dan payroll.
Sementara itu, penyaluran kredit pada akhir 2026 diperkirakan tumbuh sekitar 9,5% dibandingkan dengan realisasi akhir 2025. Proyeksi ini sejalan dengan potensi pelonggaran BI-Rate serta membaiknya prospek perekonomian nasional.
Adapun strategi penyaluran kredit pada 2026 akan difokuskan pada penguatan kualitas aset, penyaluran kredit secara selektif pada sektor-sektor yang dinilai resilient, serta penguatan proses underwriting dan monitoring portofolio kredit.
Baca Juga: Perkuat Perlindungan Finansial Nasabah, BPD Bali Gandeng Askrindo
Selanjutnya: Menguat Hari Ini (14/1), Rupiah Menghentikan Pelemahan 8 Hari Beruntun
Menarik Dibaca: IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
