Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan akan terus mengoptimalkan digitalisasi layanannya. Tidak hanya dari sisi transaksi dan pembukaan rekening, digitalisasi proses penyaluran kredit juga semakin digalakkan. Salah satunya terkait penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
Sejumlah bank saat ini semakin aktif untuk mendigitalkan layanan KPR. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya, telah mengembangkan platform rumahsaya.bca.co.id untuk mempermudah calon nasabah dalam mencari rumah dan mengajukan KPR.
Di platform ini, BCA menghadirkan listing proyek atau rumah-rumah yang dikembangkan pada developer yang sudah bekerjasama dengan perseroan. Dengan begitu masyarakat bisa mencari rumah yang diingin lewat platform ini.
Selain itu, platform ini juga bisa menyediakan simulasi KPR, pengajuan KPR BCA secara online hingga melancak perkembangan proses KPR yang sudah diajukan.
"Sehingga seluruh proses untuk mendapatkan rumah dari awal bisa dilakukan lewat platform ini," kata EVP Consumer Loan BCA Felicia M Simon pada KONTAN baru-baru ini.
Felicia menjelaskan, pengembangan rumahsaya.bca.co.id tersebut berangkat dari pemantauan terhadap proses perjalanan nasabah dalam membeli rumah secara offline. Proses itu kemudian dituangkan ke dalam bentuk digital.
Baca Juga: Perbankan Swasta Optimistis Penyaluran Kredit Bakal Meningkat Tahun Ini
Pengembangan platform ini dilakukan BCA sendiri. Namun, tawaran dari sejumlah platform properti juga mulai berdatangan untuk melakukan kolaborasi dalam pengembangan digitalisasi dalam proses pembelian rumah dengan BCA.
Felicia mengatakan, saat ini sudah ada lebih dari 800 properti yang listing di platform tersebut. Listing tersebut bukan hanya rumah baru saja tetapi juga tersedia rumah seken. Pasalnya, BCA juga telah berkolaborasi dengan kantor-kantor agen properti.
Pengajuan KPR di BCA secara online tercatat terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2021, sebanyak 30% pengajuan KPR di BCA sudah dilakukan secara online.
"Nasabah mengajukan lewat e-form, atau saat datang ke cabang pegawai mengarahkan mereka untuk mengajukan secara online, totalnya 30%." kata Felicia.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebagai bank dengan pangsa pasar terbesar di Tanah Air misalnya, tahun ini akan fokus mempercepat digitalisasi dan memperluas ekosistem KPR digital dengan menggandeng platform-platform digital.
Direktur Risk Management and Transformation Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan, pengembangan ekosistem dilakukan mulai dari penyediaan aspek living, rental, pembelian dan penjualan produk-produk perumahan.
"Dari sisi layanan pembelian, BTN telah memiliki platform btnproperti untuk penyediaan rumah baru dan rumahmurahbtn untuk penyediaan rumah seken. Selain itu, BTN sudah menjalin kolaborasi dengan Lamudi dan Pinhome," kata Setiyo.
Hingga akhir 2021, pengembang yang bergabung dengan platform Btnproperti sudah mencapai 3.159 dengan 4.326 proyek dan menawarkan lebih dari 10.000 listing properti. Kredit yang udah disalurkan BTN lewat platform ini telah mencapai Rp 756 miliar.
Sedangkan platform rumahmurahbtn mencatatkan pengunjung 766.000 tahun lalu dan melayani 30.000 costumer. Rumah seken yang terjual dari platform ini mencapai Rp 180,7 miliar pada 2021.
Baca Juga: Melihat Perbedaan Bonus dan Tantiem Direksi dan Komisaris Bank BUMN
Untuk layanan living, BTN telah memiliki layanan mobile banking yang akan membantu transaksi pembayaran dan telah meluncurkan platform BTN Smart Residence tahun lalu, yakni aplikasi yang memungkinkan nasabah bisa melakukan pembayaran tagihan, iuran pengelolaan lingkungan, dan menjadi sarana komunikasi bersama antara pemilik dan pengelola properti. BTN juga sudah kerjasama dengan platform jasa arsitek (Arsi Tag) untuk menyediakan layanan jasa arsitek.
Saat ini, BTN juga sedang memulai pengembangan BTN super apps yang akan bisa melayani semua kebutuhan nasabah mulai dari pembayaran, pendanaan dan kredit.
Adapun PT Bank Mandiri Tbk akan memperluas kerjasama dengan platform digital untuk mendigitalkan layanan KPR. Saat ini, perseroan sudah menjalin kerjasama dengan beberapa platform listing properti seperti Bukarumah (Bukalapak), rumah123, dan aplikasi Rumah Idamanku (RIKu).
Ignatius Susatyo Wijoyo, EVP Consumer Loans PT Bank Mandiri mengatakan, perseroan tahun ini akan memperluas kerjasama dengan platform digital. Perseroan akan bekerjasama dengan platform e-commerce, ride hailing, dan agregator terkait KPR.
Dengan kerjasama tersebut, Bank Mandiri akan mempermudah calon nasabah dalam mencari rumah cocok dengan histori mobilitasnya selama ini dan menyesuaikan dengan dana yang dimiliki.
"Platform-platform yang akan kita gandeng itu tentu sudah punya basis konsumen yang luas dan mereka punya data analitiknya. Dari sisi Bank Mandiri nanti akan menyediakan listing propertinya dan pembiayaan, lalu mitra akan menyampaikan ke penggunanya pilihan properti yang lebih cocok ke mereka," jelas Susatyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













