kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pangsa pasar asuransi syariah bakal stagnan


Senin, 21 Maret 2016 / 15:52 WIB
Pangsa pasar asuransi syariah bakal stagnan

Reporter: Mona Tobing | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pangsa pasar alias market share industri asuransi syariah tahun ini diperkirakan bakal stagnan. Sentiment positif bagi asuransi syariah terbilang terbatas, sehingga pertumbuhan bisnis asuransi syariah diproyeksi tertahan.

Plt Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Taufik Marjuniadi mengatakan, perolehan premi asuransi syariah amat bergantung pada lembaga keuangan seperti perbankan dan perusahaan pembiayaan (multifinance).

Jika berkaca pada kondisi tahun lalu, pertumbuhan bisnis dua sektor lembaga keuangan tersebut menurun. Otomatis, dampaknya terasa bagi asuransi syariah.

Tahun ini, market share asuransi syariah diperkirakan di kisaran 6%. Artinya tidak ada perubahan dibandingkan tahun lalu. Sekadar gambaran, market share asuransi syariah pada 2015 sebesar 6,5%, sedangkan tahun 2014 di level 5,25%.

Taufik menyebut, tidak banyak sentiment positif bagi bisnis asuransi syariah tahun ini. Kecuali, perusahaan melakukan diversifikasi. Sebab, katanya, industri otomotif saja turun 20%, sehingga memukul asuransi umum syariah. Lalu, kredit bank syariah yang pada 2014 bisa tumbuh 30%, namun pada 2015 hanya tumbuh 10% sehingga berdampak pada perolehan asuransi jiwa. "Tahun ini, bank syariah targetkan tumbuh 10%, sudah bagus," papar Taufik, Senin (21/3).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, aset asuransi syariah pada 2015 mencapai Rp 26,51 triliun, naik 18% dibandingkan posisi 2014 sebesar Rp 22,36 triliun.




TERBARU

Close [X]
×