Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance tercatat hanya tumbuh tipis saja per Januari 2026. Meskipun demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Papua Selatan menjadi provinsi dengan pertumbuhan terbesar.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan piutang pembiayaan multifinance di Provinsi Papua Selatan tumbuh 116,09% secara Year on Year (YoY) per Januari 2026.
Baca Juga: OJK Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending Terus Tumbuh Positif pada 2026
"Didorong peningkatan pembiayaan alat berat yang mencapai Rp 484,69 miliar," ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK, Kamis (5/3/2026).
Agusman memproyeksikan pembiayaan alat berat di industri multifinance diperkirakan akan tumbuh positif ke depannya. Meskipun demikian, dia mengatakan kinerja pembiayaan alat berat akan dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tekanan harga beberapa komoditas.
Mengenai kinerja industri, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 508,27 triliun per Januari 2026. Nilai piutangnya tumbuh 0,78% secara tahunan atau YoY.
Baca Juga: OJK: Papua Selatan Jadi Provinsi dengan Pertumbuhan Pembiayaan Multifinance Terbesar
Jika ditelaah, pertumbuhan Januari 2026 terbilang meningkat, jika dibandingkan posisi Desember 2025. Adapun piutang pembiayaan per Desember 2025 tumbuh 0,61% YoY, dengan nilai Rp 506,5 triliun.
Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross multifinance per Januari 2026 sebesar 2,72%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,51%.
Baca Juga: Antisipasi Tekanan Musiman, Multifinance Jaga Kualitas Pembiayaan Usai Ramadan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













