kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Pefindo Kerek Peringkat Mandiri Tunas Finance (MTF) Menjadi IdAAA, Ini Alasannya


Kamis, 12 Mei 2022 / 09:47 WIB
Pefindo Kerek Peringkat Mandiri Tunas Finance (MTF) Menjadi IdAAA, Ini Alasannya
ILUSTRASI. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) dapat peringkat IdAAA


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) meningkatkan peringkat PT Mandiri Tunas Finance (MTF) dan obligasi yang beredar menjadi idAAA dari idAA+.

Peringkat tersebut mencerminkan  tingkat kemungkinan dukungan yang lebih tinggi dari PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (BMRI) sebagai pemegang saham pengendali yang tercermin dari dukungan yang lebih kuat melalui pembiayaan bersama dan kerjasama bisnis.

“Kami berharap peningkatan peringkat ini akan memperkuat posisi MTF di industri pembiayaan dalam jangka pendek hingga menengah, dan selanjutnya akan menghasilkan kontribusi MTF yang lebih tinggi dan peran yang lebih penting bagi BMRI,” tulis Pefindo dikutip dalam keterangan resminya, Kamis (12/5).

Sementara itu, perusahaan juga memiliki kesiapan pelunasan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II/2019 Seri A senilai Rp1,3 triliun yang jatuh tempo pada 26 Juli 2022 didukung dengan fasilitas kredit yang belum digunakan dengan total Rp 3,7 triliun pada akhir Maret 2022 dan rata-rata pengumpulan bulanan dari portofolio pembiayaannya sekitar Rp 2,8 triliun.

Baca Juga: Bakal Jatuh Tempo, Obligasi BNI Raih Peringkat idAAA dari Pefindo

Obligor dengan peringkat idAAA memiliki peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Peringkat dapat diturunkan jika Pefindo melihat adanya penurunan yang signifikan dalam dukungan Induk, yang dapat diindikasikan oleh material penurunan kepemilikan BMRI, tingkat pengendalian yang jauh lebih rendah dari induk, atau perubahan strategi bisnis BMRI.

“Kapasitasnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya relatif lebih unggul dengan obligor Indonesia lainnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, saat ini BMRI memiliki 51% saham dari MTF. dan sisanya 49% milik PT Tunas Ridean Tbk, salah satu perusahaan dealer otomotif. Per 31 Desember 2021 telah memiliki 101 cabang di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×