Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menjadi idAA-/Stable atau Double A Minus dengan prospek stabil.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI pada Rabu (16/9/2026), berdasarkan sertifikat pemantauan pemeringkatan Pefindo tertanggal 9 September 2026, peringkat perusahaan bank bjb untuk periode 9 September 2026 sampai dengan 1 September 2027 ditetapkan pada level idAA-/Stable, meningkat dari peringkat sebelumnya idAA/Stable.
Pefindo menjelaskan, efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan.
Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utangnya yang dinilai sangat kuat dibandingkan emiten lain di Indonesia.
Baca Juga: Bank BJB Gandeng KAI Commuter Kembangkan Ekosistem Pembayaran Digital
Sementara itu, prospek stabil menunjukkan bahwa Pefindo menilai kondisi dan kemampuan bank bjb untuk memenuhi kewajiban keuangan masih relatif terjaga dalam periode pemantauan.
Selain peringkat perusahaan, Pefindo juga menaikkan peringkat sejumlah instrumen utang yang diterbitkan bank bjb.
Peringkat Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi Keberlanjutan Bank BJB dengan nilai maksimal Rp 2 triliun dinaikkan menjadi idAA- dari sebelumnya idAA. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 9 September 2026 hingga 1 September 2027.
Pefindo juga menaikkan peringkat PUB I Surat Berharga Perpetual Bank BJB dengan nilai maksimal Rp3 triliun menjadi idA- dari sebelumnya idA.
Selanjutnya, peringkat Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A dan Seri B serta Tahap II Tahun 2026 Seri A dan Seri B dengan total nilai Rp1,932 triliun dinaikkan menjadi idAA- dari sebelumnya idAA.
Baca Juga: Bank bjb Ekspansi Jaringan ke Pangandaran, Incar Pertumbuhan Bisnis Lokal
Pefindo turut menaikkan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 Seri B, Tahap II Tahun 2020 Seri B, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2021 Seri B, Tahap II Tahun 2022 Seri A dan Seri B, serta Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2024 Seri A dan Seri B dengan total nilai Rp3,767 triliun menjadi idA.
Selain itu, peringkat Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk dengan nilai maksimal Rp1 triliun ditetapkan pada level idA-, dari sebelumnya idA.
Peringkat Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2019 Seri C senilai Rp74 miliar juga dinaikkan menjadi idAA- dari sebelumnya idAA.
Menanggapi perubahan peringkat tersebut, bank bjb menyatakan akan terus memperkuat proses perkreditan dan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas aset sekaligus memastikan pertumbuhan perseroan tetap sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bank bjb Syariah Optimistis Pembiayaan Pemilikan Rumah Tumbuh 5,09% hingga Akhir 2026
“Perseroan terus memperkuat proses perkreditan dan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan guna memperkuat kualitas aset serta memastikan pertumbuhan Perseroan tetap sehat dan berkelanjutan,” tulis manajemen bank bjb.
Bank bjb juga menegaskan bahwa pemeringkatan merupakan kewenangan lembaga pemeringkat dan dapat berubah mengikuti dinamika serta kondisi perseroan. Karena itu, peringkat tersebut tidak bersifat tetap.
Dengan kenaikan peringkat ini, bank bjb menyatakan akan terus menjaga kualitas aset, memperkuat proses penyaluran kredit, serta menjalankan langkah mitigasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












