kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Pegadaian Kelola 22 Ton Emas, Layanan Bullion Bank Terus Diperluas


Kamis, 31 Juli 2025 / 11:57 WIB
Pegadaian Kelola 22 Ton Emas, Layanan Bullion Bank Terus Diperluas
ILUSTRASI. PT Pegadaian menyebut total emas nasabah yang dikelola perusahaan telah mencapai 22 ton hingga Juli 2025.


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian mengungkap total emas nasabah yang dikelola perusahaan telah mencapai 22 ton hingga Juli 2025. Jumlah ini mencakup seluruh layanan emas Pegadaian, termasuk tabungan, cicilan, titipan, dan lini bisnis Bullion Bank yang baru diluncurkan pada Februari 2025.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Sudah lebih dari 4 juta nasabah menggunakan layanan emas kami, baik untuk menabung, membeli, menyimpan, maupun mendepositokan emas,” ujar Head of Bullion Business Division Pegadaian, Kadek Eva Saputra dalam Gelaran Keren, Muda, dan Cuan Bersama Bullion Bank di Hotel Aryaduta, Kamis (31/7/2025).

Ia menambahkan dalam konteks return, emas secara historis mencatat compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 12,3% dalam 20 tahun terakhir. Khusus pada produk deposito emas Pegadaian, imbal hasilnya bisa mencapai 13% jika ditambah bunga tambahan.

“Dengan deposito emas, masyarakat tidak hanya menikmati capital gain, tetapi juga tambahan return. Asetnya aman, bisa dicairkan saat dibutuhkan tanpa harus dijual,” tambah Kadek.

Baca Juga: Pegadaian Catatkan Laba Bersih Sebesar Rp 3,58 Triliun pada Semester I-2025

Pegadaian juga menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kepemilikan emas nasional. Ia mengungkapkan, tingkat kepemilikan emas saat ini masyarakat Indonesia baru mencapai 0,22 gram per kapita. 

“Kita harus meningkatkan kepemilikan emas per kapita. Kalau aset emas di masyarakat kuat, maka ketahanan ekonomi juga akan semakin meningkat,” kata Kadek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×