Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mengungkapkan kinerja pembiayaan alat berat masih tumbuh di tengah penurunan harga batubara dan dinamika rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) sektor tambang batubara.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, penurunan average selling price (ASP) batubara sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap permintaan pembiayaan alat berat.
Hal itu tercermin dari penyaluran pembiayaan alat berat BRI Finance pada kuartal I-2026 yang masih tumbuh 33,26% secara tahunan atau year on year (YoY). Namun, ia tak merinci besaran jumlahnya.
“Penurunan ASP batubara sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap permintaan pembiayaan alat berat,” ujar Ramadhani kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: SMBC Indonesia Fokus Optimalkan Ketahanan Bisnis
Ia mengungkapkan, kontribusi segmen pembiayaan alat berat terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan saat ini mencapai 17,80%.
Meski demikian, BRI Finance tetap mewaspadai potensi perlambatan di sektor komoditas. Untuk itu, perusahaan menerapkan strategi yang adaptif dan prudent dengan memperkuat manajemen risiko serta meningkatkan selektivitas penyaluran pembiayaan, khususnya pada sektor yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas.
"Kami juga terus melakukan monitoring portofolio secara intensif untuk menjaga kualitas aset tetap terjaga."
Di sisi lain, BRI Finance mendorong diversifikasi pembiayaan ke sektor produktif lain yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan stabil. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan portofolio dan mengurangi konsentrasi risiko agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













