Reporter: Aura Putri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 11,92% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 10,31 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen komersial yang meningkat 20,32% YoY.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, bank terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian.
"Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan," jelas Hanie dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
Pembiayaan segmen komersial Bank Mega Syariah mencapai Rp 6,22 triliun per September 2026. Kontribusinya mencapai 60,27% dari total portofolio pembiayaan perseroan.
Baca Juga: Anak Usaha Darma Henwa (DEWA) Dapat Fasilitas Kredit Rp 149,2 Miliar dari Bank Mega
Secara terperinci, pembiayaan corporate banking tumbuh 20,20% YoY menjadi Rp 4,72 triliun. Sementara itu, pembiayaan business banking meningkat 20,71% YoY menjadi Rp 1,50 triliun.
Di tengah ekspansi pembiayaan tersebut, Bank Mega Syariah tetap menjaga kualitas aset. Per September 2026, rasio non-performing financing (NPF) gross perseroan berada di kisaran 1%.
Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 12,01 triliun hingga September 2026. Sementara itu, total aset perseroan tumbuh 9,28% YoY menjadi Rp 18,67 triliun.
Bank Mega Syariah juga mencatatkan perbaikan efisiensi operasional. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 82,83% pada September 2026, dari 83,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun rasio return on assets (ROA) tercatat sebesar 1,50%.
Ke depan, bank akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor produktif dengan tetap memperhatikan kualitas aset, manajemen risiko, dan efisiensi operasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














