kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.169   3,00   0,02%
  • IDX 5.032   -65,62   -1,29%
  • KOMPAS100 648   -7,84   -1,19%
  • LQ45 512   -3,34   -0,65%
  • ISSI 169   -2,63   -1,54%
  • IDX30 288   -1,06   -0,37%
  • IDXHIDIV20 389   0,24   0,06%
  • IDX80 75   -0,77   -1,02%
  • IDXV30 108   0,91   0,85%
  • IDXQ30 97   -0,30   -0,31%

Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh 11,92%, Segmen Komersial Jadi Penopang


Jumat, 30 Oktober 2026 / 11:50 WIB
Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh 11,92%, Segmen Komersial Jadi Penopang
ILUSTRASI. Bank Mega Syariah mencatatkan pembiayaan naik 11,92% menjadi Rp 10,31 triliun hingga September 2026.  (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 11,92% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 10,31 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh segmen komersial yang meningkat 20,32% YoY.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, bank terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan dengan memperhatikan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian.

"Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan," jelas Hanie dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).

Pembiayaan segmen komersial Bank Mega Syariah mencapai Rp 6,22 triliun per September 2026. Kontribusinya mencapai 60,27% dari total portofolio pembiayaan perseroan.

Baca Juga: Anak Usaha Darma Henwa (DEWA) Dapat Fasilitas Kredit Rp 149,2 Miliar dari Bank Mega

Secara terperinci, pembiayaan corporate banking tumbuh 20,20% YoY menjadi Rp 4,72 triliun. Sementara itu, pembiayaan business banking meningkat 20,71% YoY menjadi Rp 1,50 triliun.

Di tengah ekspansi pembiayaan tersebut, Bank Mega Syariah tetap menjaga kualitas aset. Per September 2026, rasio non-performing financing (NPF) gross perseroan berada di kisaran 1%.

Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 12,01 triliun hingga September 2026. Sementara itu, total aset perseroan tumbuh 9,28% YoY menjadi Rp 18,67 triliun.

Bank Mega Syariah juga mencatatkan perbaikan efisiensi operasional. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 82,83% pada September 2026, dari 83,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun rasio return on assets (ROA) tercatat sebesar 1,50%.

Ke depan, bank akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan pada sektor produktif dengan tetap memperhatikan kualitas aset, manajemen risiko, dan efisiensi operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×