kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.130   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.111   12,69   0,25%
  • KOMPAS100 659   2,74   0,42%
  • LQ45 520   4,57   0,89%
  • ISSI 171   -0,31   -0,18%
  • IDX30 292   2,92   1,01%
  • IDXHIDIV20 393   4,60   1,18%
  • IDX80 76   0,37   0,49%
  • IDXV30 109   1,16   1,08%
  • IDXQ30 99   0,93   0,95%

Penguatan Bisnis Digital dan Pengelolaan Risiko, Bank Raya Cetak Laba Rp 21 Miliar


Jumat, 30 Oktober 2026 / 08:12 WIB
Penguatan Bisnis Digital dan Pengelolaan Risiko, Bank Raya Cetak Laba Rp 21 Miliar
ILUSTRASI. Kantor Bank Raya (Dok/Bank Raya)


Reporter: Ahmad Febrian, Lydia Tesaloni | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan di industri perbankan digital mendorong bank tidak hanya memperluas basis nasabah dan transaksi, mereka menjaga kualitas aset serta efisiensi pendanaan. Pertumbuhan bisnis perlu diimbangi pengelolaan risiko agar ekspansi kredit dapat berkontribusi terhadap profitabilitas.

Melalui strategi itu, PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 21 miliar pada kuartal III-2026. Penopangnya, penguatan bisnis digital, pertumbuhan dana tabungan, serta optimalisasi pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan di tengah dinamika industri perbankan.

Dari sisi penghimpunan dana, emiten berkode saham AGRO itu mencatatkan pertumbuhan digital saving sebesar 35,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,4 triliun. Sementara itu, transaksi melalui aplikasi Raya meningkat 44,7% yoy menjadi 4,9 juta transaksi.

Pertumbuhan dana digital tersebut turut mendorong peningkatan rasio current account saving account (CASA) menjadi 35,83% pada kuartal III-2026. Meningkat dari 29,78% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil penguatan bisnis digital, peningkatan kualitas layanan, serta pengelolaan bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

"Kami terus mengoptimalkan Aplikasi Raya sebagai kanal utama layanan perbankan digital yang dapat memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi nasabah," ujarnya, Jumat (30/10).

Kredit digital Bank Raya mencapai Rp 24,73 triliun atau tumbuh 20% yoy. Adapun posisi outstanding kredit digital tercatat sebesar Rp 3,04 triliun, meningkat 11,3% yoy.

Salah satu kontributor penyaluran kredit digital berasal dari produk Pinang Dana Talangan. Hingga kuartal III-2026, produk yang menyasar agen BRILink dan agen gadai tersebut mencatatkan penyaluran kredit Rp22,01 triliun atau tumbuh 25,3% yoy kepada lebih dari 72.000 agen. Sementara itu, outstanding-nya mencapai Rp1,2 triliun, meningkat 32,3% yoy.

Produk lain, Pinang Maksima, yang ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha nasabah, mencatatkan outstandingsebesar Rp1 triliun atau tumbuh 47,8% yoy.

Baca Juga: OJK Sebut Sektor PPDP Punya Posisi Strategis Dalam Transisi Ekonomi

Bank Raya juga mencatatkan perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross turun 203 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 2,53%. Sementara NPL net turun 131 bps menjadi 0,41%.

Dari sisi profitabilitas, rasio net interest margin (NIM) meningkat 83 bps yoy menjadi 5,83%. Peningkatan ini mencerminkan optimalisasi pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan.

Adapun posisi likuiditas Bank Raya tercermin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 78,65%, liquidity coverage ratio (LCR) 707,4%, serta net stable funding ratio (NSFR) 167,59%. Ketiganya berada dalam kondisi yang terjaga.

Dari sisi permodalan, rasio capital adequacy ratio (CAR) Bank Raya mencapai 42,35%. Posisi tersebut memberikan ruang bagi Bank Raya untuk mengembangkan bisnis dan memperluas penyaluran kredit.

Selain pengembangan produk pembiayaan, Bank Raya juga mengembangkan fitur digital melalui Aplikasi Raya. Tercatat bank ini menghadirkan lebih dari 100 fitur melalui Aplikasi Raya. Sejumlah inovasi yang dikembangkan Bank Raya tak hanya menyasar kebutuhan transaksi perbankan, juga menghubungkan aktivitas sehari-hari nasabah dengan pengelolaan keuangan dan kepedulian lingkungan.

Pada semester I 2026, Bank Raya menghadirkan fitur Raya Active yang menghubungkan aktivitas fisik dengan kebiasaan menabung. Melalui fitur ini, nasabah dapat menentukan target aktivitas fisik dan nominal tabungan yang ingin dicapai. Fitur tersebut terintegrasi dengan data aktivitas kesehatan melalui Health Connect pada perangkat Android dan Apple Health pada perangkat iOS.

Pada semester II-2026, Bank Raya meluncurkan fitur Raya Jejak Hijau melalui kolaborasi dengan Jejakin. Fitur yang memanfaatkan solusi CarbonIQ tersebut memberikan informasi mengenai estimasi emisi karbon (CO2e) yang dapat dihindari dari transaksi digital nasabah.

Bagus mengatakan, Bank Raya akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, kualitas aset dan ketahanan permodalan.

"Dengan dukungan BRI Group dan pengembangan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, kami optimistis dapat terus memperluas akses layanan keuangan digital di Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×