kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pembiayaan Kendaraan Roda Empat Baru & Bekas Multifinance Terkontraksi per Maret 2026


Senin, 11 Mei 2026 / 07:25 WIB
Pembiayaan Kendaraan Roda Empat Baru & Bekas Multifinance Terkontraksi per Maret 2026
ILUSTRASI. Pembiayaan kendaraan roda empat baru terkontraksi 3,17%, bekas 7,67% per Maret 2026


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda empat baik baru dan bekas di industri multifinance mengalami kontraksi.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman merinci penyaluran kendaraan bermotor roda empat baru mencapai Rp 146,56 triliun per Maret 2026.

"Nilainya terkontraksi 3,17% secara Year on Year (YoY)," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Bisnis Reasuransi: Peluang Besar di Tengah Tantangan Baru

Sementara itu, Agusman menerangkan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda empat bekas mencapai Rp 86,73 triliun per Maret 2026, atau terkontraksi 7,67% secara YoY.

Dia mengatakan pembiayaan kendaraan roda empat baru masih mendominasi dengan porsi 26,95% terhadap total outstanding industri multifinance per Maret 2026.

Lebih lanjut, Agusman memproyeksikan pembiayaan otomotif diperkirakan tetap menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan industri multifinance pada tahun ini. Alhasil, terbuka peluang bagi segmen tersebut untuk tumbuh positif ke depannya. 

"Hal itu seiring dengan kebutuhan pembiayaan kendaraan masyarakat, serta peran strategis sektor tersebut dalam mendukung aktivitas ekonomi," ujarnya. 

Terkait kinerja industri keseluruhan, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,09 triliun per Maret 2026, atau tumbuh 0,61% secara YoY. 

Baca Juga: OJK Bakal Terbitkan Ketentuan Pembatasan Penggunaan Platform BNPL

Jika ditelaah, pertumbuhan Maret 2026 terbilang melambat, jika dibandingkan posisi Februari 2026 yang tumbuh 1,01% YoY dengan nilai Rp 512,14 triliun. 

Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Maret 2026 sebesar 2,83%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,78%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×