Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui produk-produk UMKM Indonesia yang berkualitas dan capable untuk masuk ke pasar nasional. Hal ini diperkuat dengan komitmen nyata Perseroan dalam meningkatkan bisnis-bisnis lokal melalui penguatan komunitas usaha.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan bahwa UMKM menjadi salah satu segmen yang di dorong kualitas dan kapasitasnya agar menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Saat ini kami telah memenuhi rasio pembiayaan UMKM sekitar 33,65% dari target yang ditetapkan 30%.
Baca Juga: Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$750 Juta dengan Kupon 7,35%
"Konsistensi membangun segmen UMKM ini akan dilanjutkan melalui komitmen BSI mengajak dan membuat hub-hub bisnis baru melalui penguatan BSI UMKM Center, pendampingan sertifikasi halal hingga mengikutsertakan dalam berbagai pameran tingkat domestik maupun kancah global," ungkap Anggoro dalam siaran pers, Jumat (11/9).
Langkah ini berbuah hasil, tercermin dari pembiayaan UMKM BSI per Juni 2026 mencapai Rp55,17 triliun. Saat ini jumlah UMKM BSI mencapai lebih dari 340 ribu orang di seluruh Indonesia. Salah satu segmen yang mengalami pertumbuhan signifikan yaitu pembiayaan segmen SME, dimana saat ini telah disalurkan sebesar Rp26,86 Triliun atau tumbuh 20% secara year on year.
Perseroan terus memperkuat basis komunitas UMKM di sejumlah wilayah. Mulai dari pemetaan kategori usaha, optimalisasi pembiayaan hingga monitoring pembiayaan yang ketat untuk mendukung usaha berkelanjutan.
Selain itu, Anggoro menyampaikan bahwa digitalisasi layanan perbankan bagi UMKM juga secara tidak langsung meningkatkan omset usaha. Selain itu, transformasi digital UMKM melalui Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI agar pelaku usaha semakin adaptif terhadap ekonomi digital.
UMKM dan brand lokal semakin menunjukkan peran pentingnya dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM Indonesia masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai lebih dari 60 persen. Hal inilah yang terus kami kembangkan melalui UMKM agar mampu membangun lapangan kerja baru melalui brand lokal, usaha ekonomi kreatif didukung digital layanan yang mumpuni bersama BSI.
Perseroan berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan sesuai prinsip syariah untuk membantu para pengusaha meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta memperkuat struktur permodalan.
"Kami optimis kinerja pembiayaan khususnya di segmen UMKM tumbuh solid seiring dengan sinyal positif peningkatan daya beli masyarakat, stimulus insentif dan kebijakan Pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri," ujarnya.
Baca Juga: Pasar Saham Bergejolak, Nasabah Tajir Geser Investasi ke Aset Defensif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














