kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.400   56,04   0,88%
  • KOMPAS100 844   11,24   1,35%
  • LQ45 640   9,16   1,45%
  • ISSI 221   2,06   0,94%
  • IDX30 359   4,83   1,36%
  • IDXHIDIV20 438   4,42   1,02%
  • IDX80 96   1,33   1,40%
  • IDXV30 120   0,90   0,75%
  • IDXQ30 114   1,34   1,19%

Tumbuh 15,72%, Laba Bersih Multifinance Mencapai Rp 12,75 Triliun per Juni 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 14:09 WIB
Tumbuh 15,72%, Laba Bersih Multifinance Mencapai Rp 12,75 Triliun per Juni 2026
ILUSTRASI. uang rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance masih mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan laba bersih industri multifinance mencapai Rp 12,75 triliun per Juni 2026.

"Nilainya tumbuh 15,72%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8).

Agusman menerangkan pertumbuhan tersebut dipicu peningkatan kinerja pembiayaan, upaya efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko yang tetap terjaga.

Baca Juga: Ekonom: Pertumbuhan Dana Jumbo di Bank Pertanda Korporasi Belum Agresif Berinvestasi

Jika ditelaah, pertumbuhan laba industri per Juni 2026 mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Asal tahu saja, perolehan laba bersih industri multifinance mencapai Rp 10,47 triliun per Mei 2026. Nilainya tumbuh 13,25%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Lebih lanjut, OJK juga angkat bicara mengenai dampak dari adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mencapai 100 basis poin (bps) belakangan ini dan kini berada di level 5,75%. Agusman menerangkan kenaikan suku bunga acuan berpotensi menekan profitabilitas industri, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate. 

"Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat manajemen risiko, tata kelola, serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun," ungkap Agusman.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 511,26 triliun per Juni 2026, atau tumbuh 1,88% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juni 2026 sebesar 3,01%, atau membaik dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,06%.

Baca Juga: Tren Bisnis Bullion Positif, OJK: Total Kelolaan Ekosistem Emas Melebihi 150 Ton Emas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×