kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembiayaan unit Syariah CIMB mengalir ke konsumsi


Kamis, 15 November 2012 / 15:47 WIB
ILUSTRASI. Konsumen menggunakan kartu kredit untuk pembayaran di salah satu pusat pembelajaan Tangerang Selatan, Sabtu (28/3). KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Edy Can

MAKASSAR. Bank CIMB Niaga ingin unit syariah (UUS) miliknya memperbesar porsi pembiayaan untuk sektor produktif. Saat ini, mayoritas pembiayaan masih lebih besar mengalir ke sektor konsumer seperti untuk pemilikan rumah dan mobil.

"Ini karena kami memanfaatkan momentum kenaikan permintaan konsumer," kata Handoyo Soebali, Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga, kemarin (14/11) di Makassar. Tanpa menyebut porsi pembiayaan sektor konsumer saat ini, Handoyo ingin pendanaan untuk sektor ini dan produktif mendatang terbagi rata.

Hingga September lalu, UUS CIMB Niaga telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 8 triliun. Handoyo mengklaim, pembiayaan tersebut telah melewati target awal dan tidak lagi menetapkan target baru hingga akhir tahun. "Kami masih menghitung target pembiayaan 2013," kata dia.

Hingga September, rasio dana simpanan yang digunakan untuk pembiayaan alias finance to deposit ratio (FDR) melewati 100%. Handoyo tak khawatir likuiditas ketat lantaran masih berada di bawah induk bank. Rasio pembiayaan macet unit syariah CIMB Niaga mencapai 2,49% dalam periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×