kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembobolan dana nasabah Mandiri diduga dilakukan oleh jaringan Malaysia


Rabu, 21 Maret 2018 / 09:26 WIB
ILUSTRASI. Patroli antisipasi kejahatan skimming pada ATM


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus pembobolan dana nasabah PT Bank Mandiri Tbk yang dilakukan dengan metode skimming atau penggandaan data nasabah diduga telah dilakukan oleh jaringan Malaysia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pelaku pembobolan melakukan penarikan dana di Malaysia. Slamet Edy Purnomo, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK mengatakan, OJK telah bekerjasama dengan Bank Indonesia dan pihak kepolisian untuk terus melanjutkan pendalaman kasus skimming.

"Kepada bank, diminta untuk mengecek kembali seluruh ATM yang dimiliki dan memblokir kartu nasabah yang diduga telah digandakan untuk diganti kartu baru," kata Slamet kepada Kontan.co.id, Rabu (21/3).

Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terakhir, jumlah nasabah PT Bank Mandiri Tbk yang terkena kasus skimming mencapai 141 nasabah dengan total kerugian Rp 260 juta.

Jumlah nasabah yang terkena kasus skimming di Bank Mandiri ini bertambah dari sebelumnya tiga nasabah dengan total kerugian antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta.

Totalnya ada empat mesin ATM Bank Mandiri yang dibobol pelaku kejahatan skimming. Dua unit di Surabaya dan dua unit di Yogyakarta. Slamet membenarkan data tersebut.

"Bank Mandiri telah berhasil mencegah rencana pelaku skimming dan menangkap pelakunya," kata Slamet kepada kontan.co.id, Rabu (21/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×