kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.808   -20,00   -0,12%
  • IDX 8.111   78,76   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,52   1,11%
  • LQ45 828   7,21   0,88%
  • ISSI 287   3,69   1,30%
  • IDX30 431   4,56   1,07%
  • IDXHIDIV20 516   3,58   0,70%
  • IDX80 128   1,36   1,07%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,94   0,67%

Pemerintah beri sinyal obligasi BUMN sebagai SUN


Senin, 18 April 2016 / 20:41 WIB
Pemerintah beri sinyal obligasi BUMN sebagai SUN


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian BUMN memberi sinyal pemenuhan kewajiban surat utang negara (SUN) industri keuangan non bank (IKNB) dapat diisi dari obligasi BUMN.

Senin siang (18/4), sejumlah perwakilan IKNB menemui Gatot Tri Hargo, Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN. Mereka menyampaikan usulan agar obligasi BUMN dapat juga dikategorikan sebagai instrumen SUN Obligasi BUMN yang dapat dikoleksi IKNB berasal dari obligasi BUMN infrastruktur.

Selain obligasi, reksadana penyertaan terbatas (RDPT) yang dikeluarkan BUMN juga diusulkan dapat menjadi bagian dari instrument SUN.

Hasilnya, Kementerian BUMN disebut telah setuju bahwa obligasi yang diterbitkan BUMN sama dengan SUN. Selanjutnya, pelaku IKNB akan membawa usulan tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dibuat payung hukumnya dalam peraturan.

Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengklaim, bahwa Kementerian BUMN memberikan tanggapan positif atas inisiasi tersebut. Jika Kementerian BUMN telah oke, Togar menyebut, tinggal dari OJK. 

"Nanti urusan teknis aturan mainnya dari OJK. Kami cukup puas pemerintah telah setuju usulan ini," terang Togar yang ditemui KONTAN, Senin (18/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×