kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.724   -55,00   -0,31%
  • IDX 6.533   31,84   0,49%
  • KOMPAS100 849   6,72   0,80%
  • LQ45 644   5,42   0,85%
  • ISSI 229   0,28   0,12%
  • IDX30 360   3,41   0,96%
  • IDXHIDIV20 437   4,05   0,94%
  • IDX80 97   0,78   0,81%
  • IDXV30 121   0,47   0,39%
  • IDXQ30 114   0,99   0,88%

Pemerintah bilang, imbal hasil saving plan Jiwasraya 13%, nasabah: paling tinggi 7%


Sabtu, 11 Juli 2020 / 10:00 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Nasabah saving plan Asuransi Jiwasraya masih menunggu hak mereka. Selain menjual aset seperti Cilandak Town Square dan pemerintah juga akan melakukan restrukturisasi. Salah satu skemanya adalah menurunkan imbal hasil. 

Namun Forum Korban Gagal Bayar Jiwasraya mengaku tidak pernah menerima imbal hasil produk saving plan yang telah diperpanjang (roll over) sebesar 10% hingga 14%. Salah satu anggota forum, Oerianto Guyandi menyatakan para nasabah hanya menerima imbal hasil 6% hingga 7%.

“Kami  ikut disalahkan atau dianggap menerima 10% hingga 14%, itu tidak betul.  Kami hanya menerima 6% hingga 7%. Itupun bukan karena kami yang minta tapi kami ditawarkan. kKmi tidak bisa dan tidak mau disalahkan kalau kami minta bunga terlalu tinggi atau serakah,”tegas  Oerianto di Jakarta pada Jumat (10/7).

Para nasabah membeli polis JS Saving Plan atas dasar kepercayaan Jiwasraya sebagai BUMN. Artinya lebih aman di belakangnya ada negara sebagai pemegang saham.
Ia mengaku, belum mengetahui skema restrukturisasi polis melalui Nusantara Life. Ia harus menunggu kejelasannya lantaran Nusantara Life sendiri masih dibahas oleh Kementerian BUMN dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).




TERBARU

[X]
×