kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Pemerintah bilang, imbal hasil saving plan Jiwasraya 13%, nasabah: paling tinggi 7%


Sabtu, 11 Juli 2020 / 10:00 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Nasabah saving plan Asuransi Jiwasraya masih menunggu hak mereka. Selain menjual aset seperti Cilandak Town Square dan pemerintah juga akan melakukan restrukturisasi. Salah satu skemanya adalah menurunkan imbal hasil. 

Namun Forum Korban Gagal Bayar Jiwasraya mengaku tidak pernah menerima imbal hasil produk saving plan yang telah diperpanjang (roll over) sebesar 10% hingga 14%. Salah satu anggota forum, Oerianto Guyandi menyatakan para nasabah hanya menerima imbal hasil 6% hingga 7%.

“Kami  ikut disalahkan atau dianggap menerima 10% hingga 14%, itu tidak betul.  Kami hanya menerima 6% hingga 7%. Itupun bukan karena kami yang minta tapi kami ditawarkan. kKmi tidak bisa dan tidak mau disalahkan kalau kami minta bunga terlalu tinggi atau serakah,”tegas  Oerianto di Jakarta pada Jumat (10/7).

Para nasabah membeli polis JS Saving Plan atas dasar kepercayaan Jiwasraya sebagai BUMN. Artinya lebih aman di belakangnya ada negara sebagai pemegang saham.
Ia mengaku, belum mengetahui skema restrukturisasi polis melalui Nusantara Life. Ia harus menunggu kejelasannya lantaran Nusantara Life sendiri masih dibahas oleh Kementerian BUMN dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).




TERBARU

[X]
×