kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.719   75,66   1,34%
  • KOMPAS100 740   11,98   1,65%
  • LQ45 560   6,63   1,20%
  • ISSI 199   2,55   1,30%
  • IDX30 317   2,91   0,93%
  • IDXHIDIV20 390   0,94   0,24%
  • IDX80 84   1,16   1,40%
  • IDXV30 107   -0,14   -0,13%
  • IDXQ30 102   0,53   0,52%

Pemerintah dorong bisnis bank gandeng fintech


Kamis, 02 Maret 2017 / 14:31 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) mendorong perbankan untuk merubah model bisnis konsumer untuk meningkatkan persaingan dengan fintech.

Menurut, Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika, jika perbankan tidak melakukan perubahan di bisnis konsumer maka diproyeksi bank akan tertinggal dengan startup terutama fintech.

"Diharapkan bank bisa melakukan integrasi dan kolaborasi dengan fintech," ujar Rudiantara ketika memberikan sambutan dalam acara gerakan nasional 1.000 startup, Kamis (2/3).

Saat ini menurut Rudi, ada sebanyak 140 sampai 150 fintech yang terdaftar dalam asosiasi. Kehadiran fintech ini mempunyai keunggulan dari sisi kecepatan terutama yang menawarkan produk peer to peer lending.

Walaupun memang dari sisi bunga yang diberikan lebih tinggi dari industri perbankan, namun dengan kecepatan yang ditawarkan hal ini memberikan tantangan yang cukup besar bagi industri perbankan.

Apalagi secara umum, jumlah UKM di Indonesia tercatat sebesar 200.000 UKM yang tersebar diseluruh Indonesia. Diharapkan nantinya fintech juga meningkatkan financial inclusion di Indonesia.

Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin mengakui bahwa bisnis perbankan memerlukan transformasi. "Kami juga akan menciptakan ekosistem yang memungkinkan startup berkembang," ujar Glen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×