kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.895   -24,00   -0,14%
  • IDX 7.706   128,67   1,70%
  • KOMPAS100 1.078   19,47   1,84%
  • LQ45 785   12,90   1,67%
  • ISSI 273   5,40   2,02%
  • IDX30 418   7,76   1,89%
  • IDXHIDIV20 512   9,28   1,85%
  • IDX80 121   1,96   1,65%
  • IDXV30 139   2,42   1,78%
  • IDXQ30 135   2,42   1,83%

Pengguna Jago Syariah Capai 2,4 Juta Hingga Akhir 2025, Sejalan Prospek Ekonomi Halal


Kamis, 05 Maret 2026 / 08:49 WIB
Pengguna Jago Syariah Capai 2,4 Juta Hingga Akhir 2025, Sejalan Prospek Ekonomi Halal


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Unit Usaha Syariah PT Bank Jago Tbk atau Jago Syariah mencatat pertumbuhan jumlah nasabah hingga akhir 2025. Kinerja ini ditopang meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah dan menguatnya ekosistem ekonomi halal nasional.

Hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5% secara tahunan (year on year/yoy).

Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan, capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya minat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang dinilai praktis, transparan, dan relevan.

“Pencapaian ini mencerminkan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang mudah, inovatif, dan kolaboratif,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Perkuat Sistem Penanganan Penipuan, OJK Akan Membuat National Fraud Portal di IASC

Ia menambahkan, melalui Aplikasi Jago Syariah, nasabah dapat mengatur keuangan harian sekaligus merencanakan kebutuhan ibadah secara lebih terstruktur sesuai prinsip syariah.

Prospek ekonomi halal nasional juga dinilai mendukung pertumbuhan bisnis ini. Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyebut, Indonesia memiliki fundamental kuat sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global.

Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah global, dengan keunggulan di sektor modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal.

Dari sisi kontribusi terhadap perekonomian, sektor halal value chain (HVC) menyumbang 27,34% atau setara Rp 4.832 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III-2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar 26,53% atau Rp 4.368 triliun.

Selain itu, akumulasi sertifikat halal hingga Desember 2025 mencapai 3,32 juta sertifikat, meningkat sekitar satu juta dibandingkan posisi akhir 2024, dengan total 10,99 juta produk tersertifikasi halal.

Bank Indonesia mencatat indeks ekonomi syariah Indonesia pada 2025 sebesar 50,18%. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, naik dari 39,11% pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, tingkat inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41%. Emir menilai masih terdapat kesenjangan antara literasi dan inklusi (literacy–inclusion gap), yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bank digital.

Baca Juga: SMF Kucurkan Dana Rp 20,88 Triliun ke Lembaga Penyalur Pembiayaan Perumahan pada 2025

“Ini tantangan sekaligus peluang, terutama bagi bank digital seperti Jago Syariah, karena digitalisasi membuat layanan keuangan syariah lebih mudah diakses, efisien, dan relevan bagi generasi muda, dengan tetap sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Ia menambahkan, fitur perencanaan dan alokasi keuangan berbasis tujuan (goal-based saving) dinilai selaras dengan prinsip syariah karena menekankan perencanaan, kejelasan akad, serta pengelolaan dana yang terpisah dan transparan.

Di Jago Syariah, prinsip tersebut tercermin melalui fitur Kantong untuk berbagai tujuan, termasuk ibadah. Tercatat lebih dari 40.000 nasabah telah memulai perencanaan ibadah melalui Kantong Haji dan Kantong Umrah.

Waasi menambahkan, selama Ramadan tahun ini juga terlihat pola transaksi yang unik. Lebih dari 68% nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha, dan 53% transaksi sedekah disalurkan untuk anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.

“Ini mencerminkan tingginya semangat berbagi di waktu-waktu utama beribadah,” sebut Waasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×