Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF yang berperan sebagai liquidity provider dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menerangkan perusahaan telah menyalurkan dana Rp 20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan pada 2025.
"Nilainya meningkat, dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 17,01 triliun," ucapnya dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: OJK: Tiga UUS Asuransi Spin Off dengan Mendirikan Perusahaan Baru per Februari 2026
Untuk mendukung penyaluran tersebut, Ananta mengatakan total pendanaan yang diterima SMF sepanjang 2025 mencapai Rp 10,6 triliun. Dia bilang capaian itu makin diperkuat dengan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional dan domestik, yang mana SMF memperoleh peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.
“Peringkat tersebut mencerminkan kemauan dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansial secara tepat waktu, sekaligus menunjukkan dukungan kuat Pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan,” tuturnya.
Dalam rangka pelaksanaan mandat sebagai fiscal tools dan mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), Ananta menuturkan SMF telah berperan aktif dengan menyediakan porsi pendanaan sebesar 25% atas penyaluran KPR FLPP sejak 2018.
Dia bilang penyediaan porsi pendanaan tersebut dipenuhi dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang selanjutnya dioptimalkan melalui skema blended financing melalui penerbitan surat utang, guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Baca Juga: Peran Bank Penting Mengawal Program Pemerintah
Hingga akhir 2025, Ananta menyampaikan SMF telah menyalurkan Rp 34,37 triliun yang setara dengan 904.568 unit rumah. Dia menerangkan penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi PMN, dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp 17,94 triliun.
Sebagai alat fiskal pemerintah, Ananta mengatakan SMF akan terus memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur.
"Hal itu menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan,” ujar Ananta.
Sementara itu, SMF mencatatkan total aset sebesar Rp 66,81 triliun hingga akhir 2025. Nilainya tumbuh 15%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Laba bersih SMF juga meningkat 5%, menjadi Rp 565 miliar per akhir 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













