kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Penjualan Aset Bermasalah Dorong Kenaikan Pendapatan Recovery Perbankan


Senin, 20 Mei 2024 / 19:17 WIB
Penjualan Aset Bermasalah Dorong Kenaikan Pendapatan Recovery Perbankan
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (26/2/2024). KONTAN/Baihaki


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tendi Mahadi

Hera juga menyebut, saat ini tren kualitas kredit di BCA terus membaik, terlihat dari rasio LAR BCA secara konsisten mencatatkan penurunan hingga mencapai 6,6% pada kuartal I 2024, dibandingkan dengan 9,8% periode sama di tahun sebelumnya.

Hal ini selaras dengan portofolio kredit restrukturisasi BCA yang terus mencatatkan penurunan, seiring dengan pemulihan bisnis debitur. Dari total jumlah restrukturisasi kredit saat ini, didominasi oleh kategori lancar (Kolektibilitas 1).

Seiring dengan tren kualitas kredit BCA yang membaik di kuartal I 2024,  BCA akan menjaga nilai CKPN yang memadai di industri perbankan Indonesia dengan NPL coverage sebesar 220,3% dan LAR coverage sebesar 71,9%. 

"Biaya pencadangan akan senantiasa kami review sejalan dengan perkembangan kualitas aset dan kondisi perekonomian Indonesia," katanya.

Adapun Bank lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk juga mencatatkan pendapatan dari recovery aset yakni sebesar Rp 3,60 triliun pada Kuartal I-2024. Begitu juga dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan pendapatan dari recovery aset sebesar Rp 1,15 triliun pada Kuartal I-2024, naik dari periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,14 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×