kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.998   35,00   0,19%
  • IDX 5.761   65,50   1,15%
  • KOMPAS100 747   12,04   1,64%
  • LQ45 566   8,94   1,61%
  • ISSI 200   1,69   0,85%
  • IDX30 321   4,94   1,56%
  • IDXHIDIV20 394   5,63   1,45%
  • IDX80 85   1,32   1,58%
  • IDXV30 107   1,08   1,02%
  • IDXQ30 103   1,41   1,39%

Penjualan kredit bermasalah bisa jadi opsi terakhir bank tangani NPL


Selasa, 15 Mei 2018 / 20:57 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan Nasabah di Bank Central Asia (BCA)


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan kredit bermasalah bisa menjadi pilihan terakhir bank untuk mengatasi rasio kredit bermasalah (NPL). Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA) bilang penjualan NPL bisa menjadi pilihan terakhir yang dilakukan bank untuk menangani kredit bermasalah. Hal ini setelah bank melakukan restrukturusasi dan hapus buku.

"Dengan penjualan NPL, maka proses recovery kredit bermasalah akan lebih cepat dan bank tidak disibukkan dengan penyelesaian kredit bermasalah selanjutnya," kata Jan Hendra usai acara konferensi pers obligasi konversi, Selasa (15/5).

Maryono, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) bilang penjualan kredit bermasalah ini mungkin dilakukan. "Namun bank BUMN belum ada rencana ke situ," kata Maryono ketika ditemui acara Perbanas, Selasa (15/5).

Opsi penjualan kredit bermasalah ini bisa dilakukan dengan membentuk anak usaha asset management unit (AMU). Pembentukan anak usaha ini erat kaitannya dengan holding perbankan.

Menurut Maryono ada beberapa keuntungan bank melakukan penjualan NPL di antaranya adalah kualitas kredit semakin baik. Selain itu, bank tidak harus membayar biaya provisi.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri bilang bank BUMN tidak memungkinkan untuk menjual NPL. "Karena bank BUMN tidak bisa hapus tagih," kata Tiko sapaan akrabnya ketika ditemui di tempat yang sama.

Namun bank BUMN bisa menggunakan anak usaha yaitu aset management unit untuk menjual NPL. Jika menggunakan anak usaha ini, tetap bank BUMN tidak bisa melepas kredit bermasalah ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×