kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Penjualan mobil lesu, APPI nilai pembiayaan modal kerja masih berpeluang


Minggu, 29 September 2019 / 18:28 WIB

 Penjualan mobil lesu, APPI nilai pembiayaan modal kerja masih berpeluang
ILUSTRASI. Piutang Multifinance


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan realisasi piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh di level 4,1% year on year (yoy) pada Agustus 2019.

Melihat hal ini, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menilai penurunan penjualan kendaraan roda empat turut memberikan dampak bagi perusahaan pembiayaan.

Kendati demikian, Ketua APPI Suwandi Wiranto menyatakan bahwa industri multifinance semakin sehat.Ia bilang hal ini dapat dilihat dari kualitas pembiayaan perusahaan multfinance semakin membaik.

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) akan kembangkan pesawat tanpa awak untuk kargo

Berdasarkan data OJK rasio non-performing financing (NPF) perusahaan pembiayaan stabil di level 2,8% pada Agustus 2019. Nilai ini jauh membaik dibandingkan pencapaian NPF per Agustus 2018 sebesar 3,11%.

“Pembiayaan multifinance paling besar untuk kendaraan bermotor dan komoditas terutama CPO yang saat ini sedang. Tapi bisa dilihat Non performing financing (NPF) turun, BOPO terus membaik. Ini artinya pertanda yang bagus. Kalau pembiayaan lebih oke, maka profit bisa lebih cepat lagi,” jelas Suwandi beberapa waktu lalu.

Ia melihat segmen modal kerja masih memiliki prospek untuk tumbuh, lantaran pembiayaan investasi masih stagnan. Ia menyebut tren pembiayaan di multifinance, bila pembiayaan investasi stagnan maka modal kerja yang naik. Begitu sebaliknya.

Baca Juga: Tahun depan, Garuda Indonesia (GIAA) akan operasikan 8 freighter


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Yoyok

Video Pilihan


Close [X]
×