Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir memprediksi transaksi digital perbankan selama momentum Ramadan dan lebaran tahun ini akan meningkat pesat. Pasalnya, aktivitas belanja masyarakat selama momentum tersebut diperkirakan akan mengalami lonjakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran digital industri perbankan pada Januari 2025 mencapai 3,5 miliar transaksi, meningkat 35,3% secara tahunan. Volume transaksi aplikasi mobile banking tumbuh 29,7% secara tahunan dan internet banking naik 19,8% secara tahunan.
Bank Negara Indonesia (BNI) misalnya, memperkirakan transaksi digital pada momentum Ramadan dan lebara 2025 akan tumbuh 20% dibanding bulan-bulan biasa. Proyeksi ini berkaca dari realisasi di periode yang sama tahun lalu dan perkembangan terkini layanan digital BNI.
Baca Juga: Danantara, Harapan Baru atau Risiko Besar bagi Ekonomi Indonesia?
Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI Mesah Roni Ginting memprediksi, penyumbang tertinggi transaksi digital selama Ramadan dan lebaran akan berasal dari layanan transfer untuk keperluan berbagi dan kiriman Lebaran.
Lalu disusul pembayaran QRIS seiring meningkatnya belanja, serta transaksi pembayaran tagihan rutin dan top-up. "Selain itu, pembayaran layanan digital berbasis kebutuhan Ramadan juga akan meningkat, seperti fitur pembayaran infaq, zakat dan wakaf," kata Roni, Senin (24/2).
Proyeksi kenaikan transaksi tersebut juga tak lepas dari berbagai program promo yang ditawarkan BNI selama Ramadan dan lebaran.
Sepanjang tahun 2024, aplikasi mobile banking BNI dan superapps Wnder berhasil membukukan 1,57 miliar transaksi, meningkat 50,9% dari tahun sebelumnya. Nilai transaksinya tembus Rp 1.687 triliun atau melonjak 38,7% secara tahunan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Transaksi Digital di Sejumlah Bank Meningkat dari Bulan Biasanya
Adapun BTN menargetkan transaksi digital pada periode Ramadan dan lebaran 2025 meningkat 30% dari periode yang sama 2024. Target tersebut mengkalkulasi realisasi transaksi di awal tahun dan proyeksi kenaikan konsumsi masyarakat pada hari raya.
Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN mengatakan, transaksi digital BTN pada minggu kedua Februari naik sekitar 15% secara bulanan. "Peningkatan didorong aktivitas transaksi masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan," ungkapnya.
Selanjutnya: Pajak Karbon: Potensi Penerimaan Rp27,9 Triliun yang Masih Tertunda
Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Anjlok Rp 13.000 Hari Ini 26 Februari 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News