Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan mulai memperluas peran dalam mendorong kegiatan ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tak hanya menyalurkan dana ke sektor-sektor hijau, sejumlah bank juga mulai mengembangkan pembiayaan yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk misalnya, mendorong pembiayaan berkelanjutan sejalan dengan komitmen perseroan terhadap aspek lingkungan dan sosial. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan keberlanjutan Maybank Indonesia mencapai Rp 19,23 triliun atau setara 17,3% dari total portofolio kredit bank.
Posisi tersebut memang lebih rendah dibandingkan Rp 21,81 triliun pada Juni 2025 yang mencapai 20,1% dari total portofolio kredit. Namun, sejumlah pembiayaan pada sektor yang berkaitan langsung dengan lingkungan menunjukkan pertumbuhan.
Baca Juga: BTPN Syariah (BTPS) Targetkan Laba Bersih Tumbuh Mid Double Digit pada 2026
Mengutip presentasi bank yang dipublikasikan Senin (7/9/2026), pembiayaan transportasi ramah lingkungan meningkat 63,2% secara tahunan menjadi Rp 906 miliar pada Juni 2026, dari Rp 555 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pembiayaan energi terbarukan juga tumbuh 48,4% menjadi Rp 472 miliar dari Rp 318 miliar.
Selain itu, hingga semester 1 2026 Maybank menyalurkan pembiayaan untuk efisiensi energi sebesar Rp 589 miliar serta pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan berkelanjutan sebesar Rp 539 miliar. Sementara pembiayaan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp 16,72 triliun.
Direktur Human Capital Maybank Indonesia Irvandi Ferizal mengatakan, komitmen keberlanjutan Maybank tidak hanya dilakukan melalui pembiayaan, tetapi juga lewat upaya mendorong dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Bukan hanya bisnis, tidak hanya untuk melayani keuangan, tapi kami juga ingin melakukan sesuatu yang positif kepada masyarakat,” ujar Irvandi di SDN 08 Ragunan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Irvandi mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui program #BalikBAIK yang mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui upcycling material pascakonsumsi, seperti plastik dan serat tekstil, menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.
Melalui Program Cahaya Kasih, Maybank akan melanjutkan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan selama dua tahun ke depan. Program tersebut antara lain melibatkan sekolah, karyawan Maybank sebagai relawan, serta komunitas upcycling.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan. Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, hingga Juni 2026, pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp 78,6 triliun, tumbuh 7,86% secara tahunan dibandingkan Rp 72,87 triliun pada Juni 2025.
Baca Juga: Pefindo Pertahankan Rating Bank Mandiri di Level idAAA dengan Outlook Stabil
"BSI juga meluncurkan Sustainability Linked Financing pertama di Indonesia sebesar Rp 1,5 triliun untuk tol Bali Mandara. Pembiayaan ini mengintegrasikan prinsip syariah, kinerja keberlanjutan dan insentif bisnis," ujar Bob saat paparan kinerja perseroan, Jumat (21/8/2026).
Pembiayaan berkelanjutan semester 1 2026 setara dengan sekitar 23% dari total portofolio pembiayaan BSI. Portofolio tersebut terdiri atas green financing yang naik sekitar 13,6% yoy menjadi Rp 17,4 triliun dari Rp 15,32 triliun pada Juni 2025. Social financing tumbuh 6,4% yoy menjadi Rp 61,2 triliun dari Rp 57,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari portofolio pembiayaan hijau, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan menjadi sektor dengan porsi terbesar, yakni 43,2% dari portofolio pembiayaan hijau BSI pada Juni 2026. Selanjutnya, produk eco-efficient mencapai 38,1%, sedangkan transportasi ramah lingkungan sebesar 5,73%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














