kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Perbankan Perkuat Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Terus Tumbuh


Minggu, 19 Juli 2026 / 09:57 WIB
Perbankan Perkuat Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Terus Tumbuh
ILUSTRASI. Penyaluran pembiayaan hijau perbankan terus berkembang seiring meningkatnya komitmen bank dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. ? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran pembiayaan hijau (green financing) perbankan terus berkembang seiring meningkatnya komitmen bank dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Sejumlah bank pun memperbesar penyaluran dana ke sektor energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan hingga bangunan hijau.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), misalnya, mencatat kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp258 triliun per Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan 26% dari total portofolio pembiayaan.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA terus mengoptimalkan penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi ekonomi hijau.

"BCA menyadari pentingnya peran sektor keuangan untuk mempercepat transisi ekonomi hijau, dengan mendanai kebutuhan investasi berkelanjutan dan dukungan kepada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Untuk itu, BCA berkomitmen mengoptimalkan penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan," ujar Hera kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Antisipasi Pengetatan Likuiditas, BTN Mengerem Laju Pertumbuhan Kredit

Hera menambahkan, kredit ke sektor hijau BCA paling banyak didominasi oleh sektor transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan, dan green building.

Hingga kuartal I 2026, kredit hijau BCA tumbuh 7,7% secara tahunan menjadi Rp113 triliun. Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong oleh penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5% yoy.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mencatat total pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp320 triliun per Maret 2026. Dari jumlah tersebut, portofolio hijau mencapai Rp167 triliun.

Portofolio hijau Bank Mandiri didominasi pembiayaan pada sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati berkelanjutan sebesar Rp113 triliun. Selebihnya disalurkan ke produk eco-efficient sebesar Rp15,4 triliun, energi terbarukan Rp12,2 triliun, bangunan berwawasan lingkungan Rp10,1 triliun, serta transportasi ramah lingkungan Rp10 triliun.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perseroan, termasuk dalam penyaluran pembiayaan hijau dan pencapaian target net zero emission.

Baca Juga: Bank JTrust Perluas Dukungan Olahraga Lewat Sponsorship

"Bagi Bank Mandiri, Sustainability merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam keputusan operasional dan pembiayaan kami," ujar Henry dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (17/7/2026).

Komitmen serupa juga ditunjukkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Hingga Mei 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp77,06 triliun atau setara 23% dari total pembiayaan perseroan.

Portofolio tersebut disalurkan ke berbagai sektor, antara lain UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, produk ramah lingkungan (eco-efficient), energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, serta kegiatan usaha yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham Bank Besar, BBCA hingga BMRI Pimpin Penguatan

Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengatakan, penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam bisnis.

"Melalui penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat. Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia," ujar Bob dalam keterangan resminya, Jumat (17/7/2026).

Adapun PT Bank Maybank Indonesia Tbk berhasil memobilisasi pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) sebesar Rp8,24 triliun sepanjang 2025, naik 93% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh penyaluran pembiayaan ke sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan, serta sustainability-linked loan di sektor energi.

Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Tiffany Fransiska mengatakan, perseroan optimistis pembiayaan berkelanjutan masih memiliki ruang pertumbuhan pada tahun ini.

"Kalau untuk yang tahun 2026 pastinya masih terus kita monitor, secara target tidak akan pernah berkurang dari yang tahun sebelumnya. Kami berharap bahkan bisa lebih tinggi," ujarnya kepada Kontan di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×