kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Periode Nataru Dorong Lonjakan Transaksi Uang Elektronik Perbankan


Minggu, 28 Desember 2025 / 15:53 WIB
Periode Nataru Dorong Lonjakan Transaksi Uang Elektronik Perbankan
ILUSTRASI. Kartu Uang Elektronik BNI TapCash di Agen46 (KONTAN/Muradi). Transaksi uang elektronik diprediksi tumbuh 18% di Nataru 2025/2026. BNI, BCA, & Mandiri laporkan lonjakan mobilitas & adopsi pembayaran digital.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Di sisi lain, peningkatan transaksi Flazz turut mendukung kinerja pendapatan non-bunga BCA secara keseluruhan. Hingga kuartal III 2025, pendapatan selain bunga BCA tercatat tumbuh 12,4% YoY menjadi Rp21,3 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pendapatan fee dan komisi yang naik 9,5% YoY menjadi Rp15,1 triliun.

Kinerja positif ini tidak terlepas dari peningkatan volume transaksi BCA secara menyeluruh. Dalam tiga tahun terakhir hingga kuartal III 2025, total volume transaksi BCA tercatat tumbuh sebesar 78% secara tahunan, mencerminkan kuatnya adopsi layanan transaksi digital di kalangan nasabah.

Baca Juga: OJK Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital Mulai 2026

Dengan tren tersebut, BCA optimistis bisnis transaksi digital, termasuk uang elektronik Flazz, akan terus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan ke depan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembayaran yang cepat, aman, dan praktis.

PT Bank Mandiri juga memproyeksikan transaksi Mandiri e-money akan meningkat dibandingkan hari biasa. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista menyebut, hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat baik untuk kebutuhan transportasi, jalan tol, parkir, maupun pembayaran lainnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi lonjakan transaksi di periode libur Nataru, Bank Mandiri telah mendistribusikan 956.250 kartu e-money ke berbagai wilayah di Indonesia. 

Adapun hingga November 2025, transaksi Mandiri e-money meningkat lebih dari 8% secara tahunan, dengan kontributor utama berasal dari ekosistem tol, parkir, serta transportasi publik seperti MRT, TransJakarta, KRL, dan LRT.

Adhika menjelaskan, tren ini terutama didorong oleh peningkatan aktivitas pembayaran di berbagai ekosistem terutama sektor transportasi, dengan transaksi e-money terus tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan perluasan integrasi pembayaran non-tunai di berbagai moda transportasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×