kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pertumbuhan KPR Industri Melambat, BTN Pilih Selektif Demi Jaga Kualitas


Minggu, 29 Maret 2026 / 09:05 WIB
Pertumbuhan KPR Industri Melambat, BTN Pilih Selektif Demi Jaga Kualitas
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengakui adanya perlambatan pertumbuhan outstanding KPR perbankan secara nasional di awal tahun 2026. Menanggapi itu, BTN akan mulai fokus menjaga kualitas aset KPR.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan outstanding KPR perbankan pada Januari 2026 mencapai Rp 836,28 triliun, tumbuh 5,36% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 6,84% (yoy).

Di samping itu, nilai KPR bermasalah justru tercatat naik ke Rp 26,99 triliun atau setara 3,22% dari total portofolio. Angka ini tercatat naik dari Rp 26,04 triliun atau 3,11% dari bulan sebelumnya, atau bertambah sekitar Rp 950 miliar hanya dalam satu bulan.

Baca Juga: Meski Laba Februari 2026 Naik, Saham Big Banks Turun Dalam Sepekan Ini Saran Analis

Direktur Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menilai perlambatan yang terjadi disebabkan oleh beberapa hal di antaranya kondisi likuiditas bank yang masih ketat, suku bunga yang masih relatif tinggi, serta daya beli masyarakat yang masih menurun di awal tahun.

Setiyo pun menilai perlambatan yang terjadi di awal tahun sebenarnya wajar saja. Ini terjadi karena faktor musiman.

"Fenomena yang cukup wajar secara musiman, sejalan dengan pola awal tahun di mana aktivitas ekonomi dan penyaluran kredit cenderung belum optimal," kata Setiyo saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).

Di BTN, Setiyo menyebut pertumbuhan KPR masih terjaga dan sehat. Ia mengungkap permintaan KPR di awal tahun ini tetap kuat, terutama di segmen rumah subsidi.

Setiyo kemudian mengatakan, strategi BTN di tahun ini tidak hanya untuk ekspansi jumlah kredit, tapi juga menjaga kualitas asetnya dengan penyaluran yang lebih selektif.

"BTN tetap menargetkan pertumbuhan KPR yang moderate dan sustainable, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujarnya.

Ada beberapa langkah strategi yang Setiyo rencanakan tahun ini. Langkah itu di antaranya adalah memperkuat proses underwriting calon debitur, memfokuskan ekspansi kredit di segmen yang lebih terukur risikonya, serta akselerasi pendapatan pemulihan alias recovery income.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×