kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.984   24,00   0,14%
  • IDX 7.369   -216,27   -2,85%
  • KOMPAS100 1.027   -32,28   -3,05%
  • LQ45 753   -22,56   -2,91%
  • ISSI 258   -8,66   -3,25%
  • IDX30 398   -12,02   -2,93%
  • IDXHIDIV20 493   -14,34   -2,83%
  • IDX80 115   -3,51   -2,95%
  • IDXV30 133   -3,94   -2,87%
  • IDXQ30 128   -4,22   -3,18%

Pastikan NPL Kredit Rumah Tangga Tetap Terjaga, BTN: Sejalan Siklus Ekonomi


Senin, 09 Maret 2026 / 12:17 WIB
Pastikan NPL Kredit Rumah Tangga Tetap Terjaga, BTN: Sejalan Siklus Ekonomi
ILUSTRASI. BTN menilai tekanan terhadap kualitas kredit rumah tangga di industri perbankan masih berada pada level yang sehat. (Dok/BTN)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) menilai tekanan terhadap kualitas kredit rumah tangga di industri perbankan masih berada pada level yang sehat dan sejalan dengan dinamika siklus ekonomi.

Hingga akhir tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sektor rumah tangga ada di posisi 2,39%, naik dari 2,02% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Itu sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit konsumer menjadi 6,4% dari 10,5% pada tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, pada fase tertentu tekanan terhadap kemampuan bayar debitur merupakan hal yang wajar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, tekanan inflasi, hingga perlambatan pada beberapa segmen usaha.

Baca Juga: Peserta Naik, Aset DPLK Muamalat Tumbuh

“Secara umum, meskipun ada tekanan pada kualitas kredit rumah tangga di industri, kami melihat kondisinya masih berada dalam level yang sehat dan sejalan dengan dinamika siklus ekonomi,” ujar Setiyo kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).

Ia bilang kualitas kredit di internal bank juga mulai menunjukkan perbaikan. Hingga akhir tahun lalu, rasio NPL bank ada di level 3,17%, naik tipis dari 3,16% pada tahun sebelumnya. Pun rasio NPL kredit pembangunan rumah (KPR) naik dari 2,5% menjadi 2,9%. 

Setiyo bilang saat ini pihaknya terus menggenjot berbagai langkah penguatan, mulai dari proses penyaluran kredit (underwriting), pemantauan portofolio, hingga penguatan fungsi penagihan atau collection.

“Karena itu, kami memandang kondisi kualitas kredit rumah tangga di BTN tetap terjaga dan belum berada pada level yang mengkhawatirkan,” katanya.

Setiyo menjelaskan, tekanan kualitas kredit umumnya lebih terasa pada debitur di segmen yang lebih sensitif terhadap penurunan daya beli dan volatilitas pendapatan. Kelompok tersebut umumnya terdampak oleh tekanan ekonomi pada sektor-sektor tertentu.

Baca Juga: Kredit Investasi Perbankan Melaju Kencang di Awal Tahun 2026

Untuk mengantisipasi potensi risiko, BTN kini semakin selektif dalam melakukan akuisisi nasabah baru. Bank juga memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system, memantau perilaku pembayaran debitur, serta memperketat proses penagihan.

Ke depan, BTN optimistis kualitas kredit rumah tangga masih dapat terjaga hingga akhir tahun. Namun, kondisi tersebut tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, seperti perkembangan daya beli masyarakat, stabilitas inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika faktor-faktor tersebut membaik, tentu akan membuka ruang perbaikan kemampuan bayar debitur,” jelas Setiyo.

Secara umum BTN menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 9%–10% pada tahun ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dengan strategi tersebut, perseroan memperkirakan rasio NPL hingga akhir tahun dapat tetap terjaga di bawah 3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×