kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat ke 8,9% per Februari 2026


Jumat, 27 Maret 2026 / 17:35 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat ke 8,9% per Februari 2026
ILUSTRASI. Penyaluran Kredit (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada Februari 2026, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pada Jumat (27/3), kredit yang disalurkan perbankan tercatat sebesar Rp 8.420,5 triliun atau tumbuh 8,9% secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 10,2% year on year (yoy).

Secara golongan debitur, pertumbuhan kredit masih ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 13,8% yoy. Sementara kredit perorangan tumbuh lebih terbatas sebesar 3,2% yoy.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 9,2% per Februari 2026

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit juga menunjukkan tren melambat. Kredit Modal Kerja (KMK) hanya tumbuh 3,7% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4,7% yoy. Perlambatan ini terutama dipengaruhi penurunan penyaluran kredit ke sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian.

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) masih mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 20,0% (yoy), meskipun sedikit menurun dari 22% yoy pada Januari 2026. Pertumbuhan ini terutama terdampak perlambatan di sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan.

Adapun Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 6,3% yoy, melanjutkan tren pertumbuhan sebelumnya. Namun, penyaluran kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 7,9% yoy, lebih dalam dibandingkan Januari 2026 yang terkontraksi 9,9% yoy.

Sementara kredit multiguna dan kredit pemilikan rumah (KPR) juga mengalami perlambatan pertumbuhan masing-masing menjadi 8,7% yoy dan 5% yoy.

Di segmen properti, penyaluran kredit tumbuh 13,7% yoy, meski melambat dari bulan sebelumnya yang mencapai 14,1% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit konstruksi yang masih tinggi sebesar 33,6% yoy, sementara KPR dan KPA tumbuh lebih moderat sebesar 5,0% yoy.

Sementara itu, kredit UMKM justru masih mengalami kontraksi sebesar 0,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 0,5% (yoy). Berdasarkan skala usaha, kredit mikro hanya tumbuh tipis 0,004% (yoy), sedangkan kredit usaha kecil dan menengah masing-masing terkontraksi 1,5% (yoy) dan 0,4% (yoy).

Jika dilihat dari jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM terutama disebabkan penurunan pada Kredit Modal Kerja yang terkontraksi 4,9% (yoy), sementara kredit investasi UMKM masih tumbuh 9,6% (yoy).

Baca Juga: Indofund: Denda KPPU Tak Ganggu Operasional dan Janji Tetap Patuh GCG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×