kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Potensi penjaminan bisnis start-up capai Rp 100 T


Kamis, 21 April 2016 / 22:30 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bisnis start-up kian marak di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini. Potensi bisnis ini dinilai sangat menggiurkan, termasuk dari sisi penjaminan.

Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Diding S. Anwar menyatakan dukungannya terhadap pertumbuhan bisnis start-up. 

Menurutnya, sudah waktunya start-up dipublikasikan secara meluas. Bisnis ini dinilai sangat prospektif ke depannya. Sebagai perusahaan penjaminan pelat merah, pihaknya terpanggil untuk memperdalam bisnis start up sekaligus mengajak seluruh pihak yang bersangkutan untuk mendukung perkembangan start up.

"Kami sebagai perusahaan penjaminan UMKM termasuk di dalamnya start up siap mendukung. Potensi penjaminan start-up bisa lebih dari Rp 100 triliun," terang Diding.

Diding bilang, kapasitas penjaminan yang dimiliki Jamkrindo mencapai Rp 300 triliun. Namun, dalam rencana kerja anggaran tahunan (RKAT) tahun ini, pihaknya menuliskan target penjaminan Rp 115 triliun. Angka Rp 115 triliun tersebut di luar start-up. Jika bicara potensi penjaminan start-up saja, angkanya di atas Rp 100 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×