kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

PPATK Endus Adanya Aktivitas Judi Online Lewat Paylater, Ini Kata Akulaku


Jumat, 05 Juli 2024 / 08:07 WIB
PPATK Endus Adanya Aktivitas Judi Online Lewat Paylater, Ini Kata Akulaku
ILUSTRASI. Akulaku Finance Indonesia angkat bicara terkait dugaan PPATK terkait aktivitas judi online lewat layanan paylater di Indonesia


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Praktik judi online masih marak terjadi di Indonesia dan berpotensi menyasar ke berbagai lini, tak terkecuali layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater.

Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) bahkan menyatakan sempat mengendus adanya aktivitas terkait judi online lewat layanan paylater. 

Mengenai hal itu, PT Akulaku Finance Indonesia menyebut tidak ada temuan terkait aktivitas judi online pada layanan paylater milik perusahaan. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan Akulaku Finance merupakan perusahaan pembiayaan digital sehingga tak bisa memberikan layanan cash loan.

"Otomatis, kami tidak ada eksposur terkait judi online," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (2/7).

Baca Juga: Ini Tanggapan iGrow Soal Penerapan Aturan Pelaporan Data Transaksi Fintech Lending

Menurut Efrinal, kalau orang mau meminjam uang atau cash loan, kemungkinan besar adanya di fintech peer to peer lending yang menyediakan layanan cash loan atau bisa juga lewat pinjaman online ilegal. 

Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menerangkan terdapat chip judi online yang dijual melalui platform e-commerce. 

"Selama di e-commerce terdapat penjualan chip judi online, maka penggunaan paylater sangat memungkinkan dilakukan oleh pemain judi online," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (25/6).

Sebagai informasi, PPATK mencatat total transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp 101 trilun pada kuartal I-2024. Adapun total transaksi judi online pada 2023 mencapai Rp 327 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×