Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mencermati tren penurunan premi asuransi kendaraan bermotor yang masih terjadi di industri.
Di tengah kondisi pasar yang menantang tersebut, perusahaan memilih bersikap konservatif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bisnis.
Direktur Keuangan Asuransi Digital Bersama Randy Tandra mengatakan, tekanan pada industri asuransi kendaraan bermotor tercermin dari penurunan premi yang dicatatkan secara industri. Menyikapi kondisi tersebut, YOII memperkuat penerapan manajemen risiko dan underwriting guna menjaga keberlanjutan bisnis.
“Perusahaan mengambil sikap konservatif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, khususnya melalui penguatan manajemen risiko dan disiplin underwriting, untuk memastikan stabilitas keuangan dan kualitas portofolio di tengah dinamika pasar,” ujar Randy kepada Kontan, Selasa (4/2/2026).
Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 238%, Tembus Rp 520 Miliar di 2025
Di tengah kontraksi pasar asuransi kendaraan bermotor, YOII juga mulai mengalihkan fokus pengembangan produk ke segmen asuransi yang lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan produk asuransi berbasis aktivitas olahraga dan gaya hidup.
“Saat ini kami tengah mengembangkan produk asuransi yang dapat masuk ke gaya hidup masyarakat, termasuk asuransi yang berkaitan dengan aktivitas olahraga seperti padel,” jelas Randy.
Randy menambahkan, YOII baru kembali memasarkan produk asuransi kendaraan bermotor pada awal 2025. Dengan demikian, kontribusi lini asuransi kendaraan bermotor terhadap total premi UOII sepanjang 2025 masih relatif kecil, yakni di bawah 5%.
Oleh karena itu, tekanan pasar asuransi kendaraan bermotor belum berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Ke depannya, YOII menargetkan pertumbuhan premi yang moderat dan berkelanjutan dengan tetap mengutamakan kualitas pertumbuhan.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan akan secara selektif memperluas saluran pemasaran, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian yang berkesinambungan, disiplin manajemen risiko, serta kesesuaian dengan profil risiko dan strategi bisnis perusahaan.
Adapun berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau turun 4,03% secara tahunan.
Sejalan dengan itu, nilai klaim asuransi kendaraan bermotor juga menurun 3,22% secara tahunan menjadi Rp 7,19 triliun.
Selanjutnya: KAI Angkut Hampir 4,03 Juta Ton Batubara Sepanjang Januari 2026
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Home Care 1-15 Februari 2026, Attack-Wipol Diskon hingga 35%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












