kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Premi Asuransi Umum Masih Tumbuh Positif, Ini Pemicunya


Kamis, 02 November 2023 / 16:48 WIB
Premi Asuransi Umum Masih Tumbuh Positif, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan logo perusahaan asuransi umum di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Jakarta, Kamis (24/8/2023). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/08/2023.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 8,71% YoY hingga September 2023 menjadi Rp 96,47 triliun. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu pertumbuhan tersebut.

Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto mengatakan sekilas dari data yang telah pihaknya terima dari para perusahaan, pendapatan premi hingga September 2023 pada dasarnya dipicu makin normalnya kegiatan perekonomian.

"Selain itu, meningkatnya daya beli dan mobilitas masyarakat Indonesia yang ditandai dengan makin maraknya perjalanan dinas maupun wisata juga tentunya memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang mana juga ikut mempengaruhi peningkatan pendapatan premi," ucapnya kepada KONTAN.CO.ID, Kamis (2/11).

Baca Juga: Kuartal III-2023, Pendapatan Premi Simas Insurtech Capai Rp 1,4 Triliun

Bern mengungkapkan lini bisnis yang menyumbang pendapatan premi terbesar hingga September 2023 masih berasal dari asuransi harta benda dan asuransi kendaraan. Dia menjelaskan peningkatan asuransi kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh meningkatnya penjualan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua.

"Seiring dengan kondisi ekonomi nasional yang makin membaik, diharapkan industri asuransi umum sampai akhir tahun tumbuh positif," katanya.

Meskipun demikian, Bern tak memungkiri ada hal yang perlu diwaspadai oleh industri asuransi umum hingga akhir tahun ini. Dia menyebut nilai tukar Rupiah yang melemah dapat memperlambat perekonomian nasional. Ujung-ujungnya bisa berpotensi mengganggu pendapatan premi perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×