Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan premi pada semester II-2026.
Direktur Utama Asei Dody Dalimunthe mengatakan tekanan terhadap pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi pada semester I-2026 perlu dilihat sebagai bagian dari siklus bisnis. Menurutnya, kontraksi premi belum tentu berlanjut dengan tingkat yang sama hingga akhir tahun.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) premi industri asuransi umum dan reasuransi terkoreksi 3,33% secara tahunan dari Rp 78,77% per Juni 2025 menjadi Rp76,15 per Juni 2026.
Baca Juga: Jamkrida Kaltim Hadapi Penurunan IJP 61% Akibat Turunnya Proyek Daerah
Kendati begitu, ia memproyeksikan pada semester II-2026 industri asuransi umum masih memiliki peluang untuk mengerek perbaikan premi.
"Semester II memiliki peluang menjadi periode perbaikan karena biasanya terdapat peningkatan aktivitas bisnis, investasi, perdagangan, proyek infrastruktur, serta kebutuhan proteksi menjelang akhir tahun," ujarnya kepada Kontan, Jumat (4/9/2026).
Namun, Asei tidak hanya sekadar mengejar pertumbuhan premi secara volume saja, melainkan berupaya meningkatkan premi yang profitable dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ada sejumlah strategi yang disiapkan perusahaan.
Satu strategi utama mereka adalah memperkuat bisnis asuransi perdagangan dan ekspor. Menurutnya, Asei memiliki positioning yang kuat di bidang trade insurance sehingga memperluas penetrasi kepada eksportir, khususnya sektor komoditas dan produk manufaktur yang memiliki potensi ekspor.
Hal ini sejalan dengan potensi aktivitas ekspor yang bisa membuka peluang bagi industri asuransi karena aktivitas transaksi perdagangan memiliki kebutuhan perlindungan terhadap barang, pembayaran, kredit perdagangan, pengangkutan, hingga risiko politik dan komersial.
Oleh karena itu, Asei berupaya memperbesar ekosistem marine insurance untuk memenuhi kebutuhan perlindungan marine cargo.
Baca Juga: Saham Big Four Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Pekan Depan
Dody juga melihat adanya peluang dari bisnis credit insurance serta mengoptimalkan captive market dan ekosistem BUMN, terutama untuk proyek perdagangan, konstruksi, logistik, dan rantai pasok.
Di sisi distribusi, perusahaan juga mendorong digitalisasi untuk produk yang memiliki karakteristik sederhana dan frekuensi transaksi tinggi dan memperkuat cross-selling.
Termasuk memperkuat risk based pricing dan underwriting agar pertumbuhan premi tetap tumbuh secara sehat.
Ia optimistis ruang perbaikan kinerja premi tetap terbuka apabila industri mampu memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi sekaligus meningkatkan perannya sebagai mitra manajemen risiko bagi dunia usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














