Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) mencatatkan kinerja positif terkait lini asuransi engineering atau rekayasa.
Head of Commercial Underwriting Allianz Utama Indonesia Datien Widyastuti menerangkan, premi yang dibukukan Allianz Utama dari lini asuransi engineering mencapai Rp 11,7 miliar per Agustus 2026.
"Nilainya meningkat 73,3%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya kepada Kontan, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Saham Big Banks Tertekan, Valuasi BBNI hingga BBCA Makin Murah
Datien mengatakan kinerja positif itu tak terlepas dari masih adanya permintaan perlindungan asuransi rekayasa yang tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek yang tetap berjalan sesuai rencana.
Lebih lanjut, Datien melihat peluang pertumbuhan asuransi engineering masih terbuka hingga akhir tahun ini. Dia bilang hal itu didukung oleh berbagai proyek konstruksi, infrastruktur, energi, dan industri yang tetap berjalan dan membutuhkan perlindungan terhadap risiko selama proses pembangunan maupun operasional.
Untuk mendorong kinerja lini asuransi engineering, Datien menyebut, Allianz Utama akan tetap disiplin dalam melakukan seleksi risiko dan menerapkan prinsip underwriting yang prudent.
Jika dilihat, kinerja lini asuransi engineering Allianz Utama berbanding terbalik dengan kondisi industri asuransi umum. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi engineering industri terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.
Merespons kondisi industri, Datien mengatakan minimnya proyek pembangunan dan langkah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah memang dapat memengaruhi aktivitas konstruksi dan investasi di beberapa sektor. Dia menyebut kondisi itu pada akhirnya berpotensi berdampak terhadap kebutuhan perlindungan asuransi rekayasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














