kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Premi Sun Life Tumbuh 9,18% di 2025, Didorong Asuransi Dwiguna


Minggu, 15 Februari 2026 / 15:19 WIB
Premi Sun Life Tumbuh 9,18% di 2025, Didorong Asuransi Dwiguna
ILUSTRASI. Program Sekolah Bersinar dari Sun Life Indonesia (Dok/SunLife)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sun Life Financial Indonesia menyebut produk asuransi dwiguna menjadi kontributor utama terhadap perolehan premi sepanjang 2025. 

Produk seperti Sun Prosperity Prime (SI SUPER) dan Asuransi X-Tra Proteksi Cermat dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan perlindungan sekaligus perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, produk dengan konsep mudah, fleksibel, dan aman semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan finansial.

Baca Juga: Porsi Kredit UMKM Masih Mendominasi Portofolio Kredit Bank Sahabat Sampoerna

"Produk Asuransi Dwiguna seperti Sun Prosperity Prime (SI SUPER) dan Asuransi X-Tra Proteksi Cermat menjadi kontributor utama kami di tahun 2025," kata Albertus kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari laman resmi perusahaan (un-audited), Sun Life Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp 2,93 triliun pada 2025 atau tumbuh 9,18% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp 2,69 triliun pada 2024. 

Adapun di saat yang sama, klaim dan manfaat yang dibayarkan tercatat sebesar Rp 510,8 miliar atau turun 19,73% dibandingkan Rp 636,4 miliar pada tahun sebelumnya.

Sun Life juga mencatatkan rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 505% per 31 Desember 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%, yang mencerminkan kondisi permodalan perusahaan tetap kuat.

"Sun Life memahami bahwa industri sedang mengalami transformasi. Namun, kami melihat ini sebagai momentum untuk memperkuat fondasi," tuturnya.

Memasuki 2026, Sun Life menyiapkan strategi pertumbuhan melalui tiga fokus utama, yakni inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, penguatan ekosistem distribusi melalui jalur keagenan, bancassurance, dan digital, serta peningkatan edukasi dan literasi finansial.

Albertus menambahkan, perusahaan menargetkan pertumbuhan premi yang positif dan berkualitas pada 2026. Perusahaan menekankan bahwa fokus utama bukan hanya pada pertumbuhan angka, melainkan memastikan setiap produk yang dipasarkan sesuai dengan kebutuhan nasabah serta mampu menjaga tingkat persistensi polis dan kepuasan nasabah.

Baca Juga: BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan mencatat premi industri asuransi jiwa sebesar Rp 180,98 triliun sepanjang 2025 atau terkontraksi 3,81% secara tahunan.

Selanjutnya: Gembok Perdagangan Spekulatif, Bank Sentral India Perketat Aturan Pinjaman Sekuritas

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×