kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.977   64,00   0,36%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Premi turun, tapi laba Asuransi Tugu melonjak 71,65%


Kamis, 05 April 2018 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (ATPI)


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (ATPI) mencatatkan penurunan premi bruto pada tahun lalu. Namun pada saat yang sama, keuntungan yang didapat perseroan justru naik signifikan.

Sepanjang 2017, jumlah premi bruto yang didapat ATPI turun 2,3% menjadi Rp 2,61 triliun. Namun, perseroan justru mencatatkan kenaikan laba sebesar 71,65% menjadi Rp 285,4 miliar.

Presiden Direktur APTI Indra Baruna mengatakan, kenaikan laba ini buah dari semakin selektifnya perseroan dalam menerima bisnis. Makanya, pemain asuransi umum dari grup Pertamina ini hanya memprioritaskan bisnis yang rasio klaimnya lebih baik.

Selain itu kenaikan laba juga ditopang hasil investasi yang didapat ATPI pada tahun lalu.

Direktur Keuangan ATPI Muhammad Syahid bilang, tahun lalu, pihaknya membukukan hasil investasi sebesar Rp 193,7 miliar. Angka ini lebih tinggi 16% dari realisasi 2016 yang sebanyak Rp 166,8 miliar.

Padahal, tahun lalu, pemain asuransi umum seperti ATPI menghadapi tantangan yang tak enteng, seperti tren penurunan suku bunga deposito yang terjadi. "Kenaikan hasil investasi ini didukung strategi manajemen portofolio investasi yang mampu memanfaatkan kondisi penguatan pasar modal," kata Syahid, Kamis (5/4).

Di sisi lain, sepanjang tahun lalu, perseroan juga mencatatkan kenaikan aset sebesar 9% menjadi Rp 8,16 triliun. Sementara ekuitas perusahaan juga meningkat 9,3% menjadi Rp 3,7 triliun. Perseroan masih punya rasio solvabilitas yang kuat, di angka 378%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×