kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.930   2,00   0,01%
  • IDX 6.194   75,05   1,23%
  • KOMPAS100 797   9,08   1,15%
  • LQ45 610   6,94   1,15%
  • ISSI 216   3,57   1,68%
  • IDX30 339   3,43   1,02%
  • IDXHIDIV20 434   4,14   0,96%
  • IDX80 91   1,12   1,24%
  • IDXV30 118   1,54   1,32%
  • IDXQ30 110   0,76   0,70%

Prudential Perkuat Kemandirian Desa Lewat Program DMP


Selasa, 06 Oktober 2026 / 12:56 WIB
Prudential Perkuat Kemandirian Desa Lewat Program DMP
ILUSTRASI. Prudential Dorong Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Maju  (Dok/Prudential Indonesia)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prudential Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Desa Maju Prudential (DMP). Program ini berfokus pada penguatan masyarakat desa melalui berbagai inisiatif di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. 

Melalui DMP, Prudential Indonesia mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Prudential Indonesia dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

Terbaru, program DMP digelar di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Program ini berfokus pada perbaikan rumah, fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, pengelolaan sampah, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan sanitasi dan pengelolaan sampah di Bogor. Pada 2025, akses rumah tangga terhadap sanitasi layak tercatat 67,17% di Kabupaten Bogor dan 74,41% di Kota Bogor. Sementara akses sanitasi aman di Kota Bogor baru mencapai 10,78%. Timbunan sampah juga masih tinggi, yakni sekitar 750 ton per hari di Kota Bogor dan 3.000 ton per hari di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Prudential Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan

Melalui fase ketiga DMP, Prudential Indonesia tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Edukasi terkait higiene, rumah sehat, pengelolaan sampah, dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian dari program untuk menjaga keberlanjutan manfaat.

Hingga Agustus 2026, DMP telah memberikan manfaat kepada 648 penerima manfaat langsung dan 23.655 penerima manfaat tidak langsung. Program ini juga melibatkan 482 PRUVolunteers yang terdiri dari karyawan dan Tenaga Pemasar Prudential Indonesia.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan tempat tinggal. Karena itu, Prudential berupaya memperkuat fondasi kehidupan masyarakat melalui rumah yang layak, sanitasi yang memadai, lingkungan sehat, serta peningkatan pengetahuan dan kapasitas warga.

“Melalui program Desa Maju Prudential, Prudential berupaya meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus membangun pengetahuan dan kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan serta lingkungan secara berkelanjutan,” kata Karin dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026). 

Menurut Karin, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Prudential dalam menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) guna menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga: Premi Asuransi Kumpulan Prudential Indonesia Tumbuh 11% pada Semester I-2026

Prudential menilai keberlanjutan program tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar perubahan dapat terus dipertahankan setelah program berakhir.

Program DMP juga dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Habitat for Humanity Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesehatan sekaligus mendukung pendidikan dan pendapatan keluarga melalui intervensi rumah yang aman dan layak huni.

National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, mengapresiasi konsistensi Prudential Indonesia dalam mengintegrasikan pembangunan rumah layak huni dengan edukasi kesehatan, higiene, dan pengelolaan lingkungan. “Pendekatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan pendapatan keluarga masyarakat prasejahtera.” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×