kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Punya Risiko Tinggi, Skor Kredit Jangan Sampai Rendah


Kamis, 09 November 2023 / 19:42 WIB
Punya Risiko Tinggi, Skor Kredit Jangan Sampai Rendah
ILUSTRASI. Kredit skor rendah ancam masyarakat mendapatkan pinjaman finansial.


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Jane Aprilyani

KONTAN.CO.ID - Fenomena kredit ditolak masih menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi di masyarakat. Skor kredit menjadi kunci.

Kredit yang pernah macet hingga penggunaan kartu kredit yang melebihi limit menjadi hal yang menyulitkan masyarakat mendapatkan pinjaman.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kredit ditolak, salah satunya adalah credit score yang rendah.

Skor kredit adalah skor yang diberikan kepada seseorang berdasarkan data historis kredit dan pembayaran. Semakin tinggi credit score, semakin baik penilaian kredit seseorang.

Orang dengan credit score rendah cenderung dianggap memiliki risiko tinggi untuk tidak membayar kewajibannya. Oleh karena itu, mereka lebih mungkin untuk ditolak saat mengajukan kredit.

Untuk menghindari penolakan kredit, penting bagi seseorang untuk memeriksa data perkreditan, atau biasa disebut data debitur dan credit score-nya sebelum mengajukan kredit.

Pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui website atau aplikasi dari lembaga biro kredit.

Baca Juga: Berikan layanan credit scoring, Pefindo Biro Kredit gandeng 5 BPR di Bali

Saat ini, masyarakat harus sudah mulai memahami pentingnya peran credit score dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam aspek yang berhubungan dengan pengelolan keuangan.

"Skor kredit yang rendah menyulitkan akses ke pinjaman, termasuk kredit rumah. Untuk itu perlu kesadaran masyarakat termasuk generasi milenial untuk mengelola keuangan dengan bijak," ujar Yohanes Arts Abimanyu Direktur Utama IdScore dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11).

Abimanyu menambahkan, skor kredit rendah bisa berasal dari ketidakdisiplinan dalam membayar kewajiban keuangan. Penyebab lain adalah data yang tidak akurat. Data debitur selayaknya selalu dicek secara berkala untuk menjaga akurasinya.

"Pastikan tidak ada kesalahan dalam database, misalnya, cicilan yang sudah selesai namun masih tercatat sebagai tunggakan. Pengecekan data juga diperlukan untuk mencegah fraud atau penyalahgunaan identitas dalam pengajuan kredit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tambah Abimanyu.

Dengan credit score yang baik, seseorang lebih berpeluang mendapatkan persetujuan.

"Banyak anak muda yang gagal memperoleh pinjaman seperti kredit pemilikan rumah (KPR), karena skor kredit mereka yang merah. Lembaga keuangan bisa menolak pengajuan KPR anak muda karena status tersebut di data debitur," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×