Reporter: Belva Safina | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp4,14 triliun sepanjang tahun 2026.
Direktur PT Radana Bhaskara Finance, Setiawan Nurtjahja, mengatakan akan melanjutkan ekspansi secara terukur dan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan.
Pada semester I-2026, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,64 triliun, turun 41,4% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Penurunan ini disesuaikan dengan strategi perusahaan untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam mengikuti kondisi pasar saat ini,” ujarnya di acara Public Expose 2026, Selasa (8/9/2026).
Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Finance-net (NPF-net) HDFA tercatat membaik menjadi 2,62% pada Juni 2026 atau turun 68 basis poin dibandingkan posisi terakhir tahun 2025 yang sebesar 3,30%.
Baca Juga: Laba Radana Bhaskara Finance (HDFA) Turun 29,49% Jadi Rp 1,53 M pada Semester I-2026
Sementara dari sisi laba rugi, perseroan membukukan pendapatan Rp200 miliar dan beban operasional Rp199 miliar pada semester I-2026, sehingga mencatatkan laba bersih Rp1,53 miliar. Capaian ini berbalik dari kerugian Rp82 miliar yang dicatatkan perseroan sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko yang lebih ketat.
Selain itu, Direktur Utama HDFA, Lim Eng Khim turut mengungkapkan proyeksi bisnis perusahaan hingga akhir tahun ini.
Tahun ini, momentum peluang pertumbuhan diperkuat melalui peningkatan kualitas aset, dukungan kemitraan, dan perbankan yang luas.
“Memasuki tahun 2026, momentum tersebut terus diperkuat melalui peningkatan kualitas aset, dukungan kemitraan dan perbankan yang luas,” ujar Lim.
Sejalan dengan itu, target pembiayaan perusahaan diarahkan pada penguatan pembiayaan investasi dan modal kerja. Selain itu, perusahaan juga akan fokus memperluas pangsa pasar, meningkatkan efisiensi, serta menyediakan akses pendanaan yang semakin kompetitif untuk mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pendanaan Multifinance Masih Bergantung pada Bank, Suku Bunga Jadi Perhatian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














