Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. MNC Bank jadi sorotan warganet beberapa waktu terakhir. Bank milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo ini dikabarkan tak bisa melayani transaksi digital dan tarik tunai nasabah.
Di sejumlah platform media sosial, ramai warganet mengeluhkan hal yang sama soal MNC Bank: nasabah mengaku tak bisa melakukan transaksi pada aplikasi digital MotionBank dan hanya dapat melakukan penarikan tunai di teller dengan nominal yang dibatasi atas alasan likuiditas.
Senada, sumber Kontan yang bekerja di salah satu lini bisnis MNC Group mengaku kantornya juga mulai melakukan pemindahan rekening payroll dari MNC Bank sejak bulan Oktober lalu.
Menurutnya, pengguna yang memakai perangkat android juga sempat tak bisa mengakses MotionBank sama sekali.
Baca Juga: MNC Bank, JCB dan Kawasaki Berkolaborasi Luncurkan Tiga Kartu Kredit Baru
“Mulai bulan kemarin sudah gajian ke rekening bank pribadi masing-masing karyawan,” sebut sumber tersebut saat dihubungi, Senin (2/11/2026).
Menanggapi isu yang beredar, Corporate Secretary MNC Bank Edward Kennetze memastikan bahwa saat ini proses pemulihan (recovery) terhadap layanan transaksi digital bank masih terus berlangsung.
"Kami terus melakukan upaya penanganan dan mitigasi terbaik agar seluruh jaringan layanan dapat kembali beroperasi normal secepatnya," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/11/2026).
Lebih lanjut Edward bilang pihaknya berkomitmen penuh dalam menjaga kenyamanan dan kelancaran bertransaksi nasabah selama proses pemulihan berlangsung.
Maka dari itu, MNC Bank telah menyediakan sejumlah solusi alternatif, di antaranya pemanfaatan jaringan ATM MNC Bank untuk nasabah yang ingin melakukan transaksi penarikan tunai atau pengecekan saldo.
Baca Juga: MNC Bank Siapkan Private Placement 4,45 Miliar Saham untuk Perkuat Kredit
Selain itu, bank juga menyarankan nasabah untuk mengunjungi kantor cabang MNC Bank terdekat sesuai dengan hari dan jam operasional yang berlaku serta menghubungi Call Center MNC Bank kapan saja di nomor 1500188 untuk nasabah yang membutuhkan informasi lebih lanjut.
Kondisi Neraca MNC Bank
Berdasarkan laporan keuangannya, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 22,78% secara tahunan menjadi Rp 46,63 miliar per September 2026.
Secara khusus, akumulasi saldo rugi bank dalam periode ini mencapai Rp 489,69 miliar.
Berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) untuk tahun 2026, MNC Bank menetapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan kinerja, di antaranya dengan memperkuat struktur permodalan sesuai ketentuan agar bank dapat tumbuh dengan sehat dan bersinergi dengan berbagai perusahaan, baik di dalam ataupun luar Grup MNC.
Memang, modal inti bank dalam periode ini terpantau susut menjadi Rp 3,03 triliun dari posisi Rp 3,27 triliun pada September 2025. Pun, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) turun menjadi 20,68% dari 24,5%.
Baca Juga: BEI Soroti Pergerakan Saham BABP, Bank MNC Buka Suara
Padahal, likuiditas bank sudah sangat ketat dengan catatan rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) bank sudah mencapai 105,83%.
Pun, rasio kredit bermasalah (NPL) bank naik menjadi 4,64% dari 4%, kian mendekati ambang batas atas 5% yang ditetapkan regulator.
Mengingatkan saja, sebelumnya MNC Bank sempat berencana melakukan merger dengan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) alias Nobu Bank. Namun, setelah bergulir sejak 2023, rencana ini resmi dibatalkan pada November 2025 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













